Thursday, 3 April 2025
HomeBeritaPerjalanan Aep Setiwan, Dosen Inspiratif yang Semangat Berinovasi

Perjalanan Aep Setiwan, Dosen Inspiratif yang Semangat Berinovasi

Bogordaily.net – Aep Setiawan lahir di Garut pada tanggal 2 November 1985. Saat ini usia dia berusia 39 tahun. Dia memiliki istri dan dikaruniai 3 anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Saat ini dia mempunyai hobi menonton acara olahraga dan sangat suka bersepeda. Menurutnya disaat usia sekarang ini, ia harus menjaga kesehatannya dimulai dari umurnya sekarang.

ADVERTISEMENT

Aep Setiawan merupakan dosen program studi Teknologi Rekayasa Komputer yang ada di Sekolah Vokasi IPB. Saat ini beliau mengajar dibidang jaringan komputer. Selain mengajari dibidang jaringan, dia mengajar dibidang ilmu dasar Fisika di Sekolah Vokasi IPB.

Dibidang pekerjaan yang sekarang ini ia nikmati, Aep mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup memukau. Dia menempuh pendidikan S1 program studi Fisika di Institut Pertanian Bogor dan melanjutkan pendidikan S2 Biofisika di kampus yang sama. Tak berhenti di S2, Aep melanjutkan pendidikan S3 nya dengan program studi yang selaras, yaitu Fisika di IPB.

Semasa sekolah, dia sangat menyukai berhitung angka numerik. Aep menyukai mata pelajaran matematika, fisika, dan kimia. Apapun hal yang bersangkut paut dengan angka, itu adalah kesukaannya. Saat SMA, bakatnya sudah diketahui mempunyai ambisi dibidang berhitung.

Untuk itu, dia berencana akan melanjutkan pendidikannya yang sesuai kemampuannya, yaitu matematika. Hal ini diketahui dilihat dari nilai rapor yang dia terima. Namun, Aep merasa ia mempunyai peluang yang sedikit untuk bisa lulus jika masuk program studi matematika IPB.
Maka dari itu, dia memlih untuk daftar di jurusan Fisika di IPB pada tahun 2004 dan puji syukur ia telah berhasil diterima di jalur USMI IPB dengan jurusan yang dipilih. Tak lama, dia lulus S1 Fisika pada tahun 2008. Walaupun menjadi lulusan fisika, tetapi dia merasa selaras dengan minat bakatnya dalam berhitung serta dapat mempelajari ilmu hardware.

Dahulu, Aep mempunyai cita-cita menjadi seorang guru. Baginya memberikan ilmu kepada orang-orang menjadi kepuasan sendiri dalam mengajarkannya. Setelah lulus dari S1 Fisika, dia sempat menjadi guru di salah satu sekolah di bogor yaitu sekolah YPHB dalam kurun 2 setengah tahun.

Namun suatu saat ditahun 2011, salah satu temannya menawarkan untuk menjadi seorang dosen Teknik Komputer Diploma IPB, sebelum program diploma diubah menjadi sarjana terapan. Lalu dia tertarik dengan tawaran tersebut dan mencoba daftar menjadi seorang dosen. Tak lama mendapat kabar, Aep diterima sebagai dosen Teknik Komputer di tahun 2011.

Selain itu, dia mempunyai banyak sekali karya publikasi yang ia unggah. Dimulai dari makalah ilmiah, jurnal yang bereputasi tinggi, prosiding seminar nasional-internasional, dan lain-lain.

Walaupun itu kewajiban atau tuntutan menjadi seorang dosen, yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi terdapat 4 aspek seperti pengajaran masyarakat, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penunjang kepanitiaan.

Lalu ia juga bergabung dalam tim penunjang pemegang jaringan internet di Sekolah Vokasi. Jika ada kesulitan atau hal bermasalah pada jaringan internet di IPB, semua hal itu bisa di dilaporkan kepadanya. Dia juga pernah menjabat sebagai sekretaris prodi Teknologi Rekayasa Komputer.

Sekolah Vokasi IPB mempunyai skema setiap tahunnya, yaitu bernama Dosen Pulang Kampung. Proyek ini merupakan salah satu kewajiban para dosen dalam melakukan pengabdian masyarakat.

Disana dia bersama timnya melakukan pengabdian masyarakat ke tempat wisata Wana Wisata Gunung Dago yang dimana tempat wisata ini berlokasi di daerah pegunungan Kecamatan Parung Panjang. Setiap tim akan melakukan inovasi terbaru di tempat mereka turun lapangan.

Saat itu, Aep bersama timnya membuat inovasi aplikasi untuk mempermudah masyarakat dalam menikmati Wana Wisata Gunung Dago. Setiap melakukan inovasi terbaru, tentunya memiliki kesulitan sendiri untuk mewujudkannya.

Kesulitan yang mereka dapatkan adalah menyesuaikan kemauan dari para pengguna atau user. Tim mengharapkan aplikasi yang dibuat dapat berguna dan memudahkan serta bermanfaat untuk masyarakat. Pada akhirnya, proyek ini selesai dalam kurun waktu tahun 2023-2024.

Pengabdian masyarakat ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya.

Menjadi tenaga pengajar akademik, Aep memperdalami ilmu nya di CISCO yaitu perusahaan yang menyediakan mengembangkan, memproduksi, dan menjual perangkat keras dan perangkat lunak dibidang jaringan. CISCO juga bukan hanya sekadar tempat belajar praktik, tetapi disini dia bisa mempelajari teori ilmu jaringan agar dapat di berikan ilmu nya dan menginspirasi kepada mahasiswa-mahasiswi program studi Teknologi Rekayasa Komputer.

Selain itu juga Aep sering mengikuti kursus untuk menambah pengetahuan ilmu jaringannya di CCNA sebagai ilmu basic hingga di Development Network untuk pembelajaran ilmu yang kategori high sesuai level akademik.

Bertambahnya tahun di masa depan, ilmu teknologi semakin canggih. Terutama program studi Teknologi Rekayasa Komputer mempelajari ilmu yang mendalam tentang teknologi dalam jaringan. Apalagi AI atau Artificial Intelligence sedang marak sekali masyarakat gunakan. Diketahui terdapat isu mengatakan bahwa tenaga kerja di masa depan akan digantikan oleh teknologi AI ini.

Menurut tanggapan Aep Setiawan sebagai tenaga akademisi Teknologi Rekayasa Komputer, memanfaatkan teknologi AI tidak bisa sepenuhnya tergantikan tenaga kerja di masa yang akan datang. Walaupun tidak dapat dipungkiri AI semakin canggih, seseorang harus menggunakan teknologi secara pintar dalam memfilterisasi penggunaannya.

Dia bercerita pernah mengikuti suatu press conferences tentang pengenalan AI. Disana terdapat narasumber profesor yang handal dalam menangani teknologi AI. Profesor itu menyatakan bahwa AI bisa memudahkan kita dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Tetapi, AI tidak bisa menggantikan hidup kita selama itu. Memang teknologi AI ini sangat efektif, namun kita harus bijak dalam penggunaannya. Penyataan mengenai tentang tenaga kerja akan digantikan dimasa depan, menurut Aep tidak akan bisa sebab seseorang mempelajari ilmu teknologi harus didampingi supaya efektif dalam berasosiasi.

Asosiasi dalam sosial media juga tidak bisa langsung di pelajari dalam internet. Maka dari itu, tenaga kerja seperti guru atau dosen di dalam lingkungan pendidikan tidak tergantikan.

Dilihat dari latar belakang pendidikan, pengalaman, serta mewujudkan suatu inovasi baru merupakan semangat belajar Aep untuk bisa bermanfaat kepada orang lain. Menurutnya, sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh sekitar, itu yang dinamakan Inovasi.

Cara dia untuk mendapatkan inovasi baru tersebut dengan sering melakukan interaksi dengan banyak orang. Interaksi dengan masyarakat dapat membantunya dalam mendapatkan ilmu serta mendapatkan asosiasi secara tidak langsung. Dari situ, dia dapat termotivasi.

Ditahun ini, seluruh dunia memakai teknologi untuk dapat mempermudah mendapatkan informasi melalui jaringan. Menurut Aep sebagai ahli dibidang teknologi jaringan, kita sebagai pengguna atau user harus bijak dalam menggunakan teknologi.

Tak dapat dipungkiri semua orang mempunyai gawai, hanya dari kita sendirilah yang bisa mengontrol dalam menggunakan atau manfaatkan gadget tersebut sesuai dengan kebutuhan. Terutama generasi Z sangat mengenal teknologi yang canggih.

Sebagai akademisi Teknologi Rekayasa Komputer, dia juga menyampaikan kita harus memanfaatkan teknologi dengan baik terutama di IPB sendiri teknologi digunakan sebagai kemajuan pertanian, sesuai dengan nama institusi. Jangan sampai IPB punya lahan pertanian yang luas, namun tidak pernah disentuh oleh teknologi karena zaman dapat mempengaruhi integritas nama institusi yang dimiliki.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here