Bogordaily.net – Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok bukan hanya sekadar alat untuk terhubung dengan teman dan keluarga, tetapi juga telah mengubah cara kita berinteraksi, berbagi informasi, dan membangun komunitas. Fenomena ini menandai transformasi signifikan dalam lanskap komunikasi global, memengaruhi berbagai aspek kehidupan sosial, politik, dan ekonomi.
Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, telah membawa perubahan fundamental dalam cara manusia berkomunikasi. Dulu, komunikasi terbatas pada interaksi tatap muka atau melalui media tradisional seperti surat dan telepon. Kini, dengan media sosial, individu dapat terhubung dengan siapa saja di seluruh dunia secara instan. Transformasi ini membuka peluang baru untuk kolaborasi, pertukaran ide, dan partisipasi dalam berbagai isu sosial. Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga menghadirkan tantangan tersendiri, seperti masalah privasi, disinformasi, dan polarisasi opini.
Dinamika Interaksi Sosial di Era Media Sosial
Media sosial telah mengubah dinamika interaksi sosial secara mendalam. Platform-platform ini memungkinkan individu untuk membangun identitas digital, memperluas jaringan sosial, dan terlibat dalam diskusi tentang berbagai topik. Interaksi di media sosial sering kali bersifat publik dan terbuka, memungkinkan orang untuk terhubung dengan individu yang memiliki minat dan nilai yang sama. Hal ini dapat memperkuat rasa komunitas dan identitas kelompok, terutama bagi mereka yang merasa terpinggirkan dalam kehidupan nyata.
Namun, interaksi di media sosial juga dapat bersifat dangkal dan transaksional. Banyak orang lebih fokus pada membangun citra diri yang sempurna di media sosial daripada menjalin hubungan yang autentik. Fenomena ini dapat menyebabkan perasaan cemas, rendah diri, dan terisolasi, terutama bagi mereka yang rentan terhadap perbandingan sosial  rendah diri, dan terisolasi, terutama bagi mereka yang rentan terhadap perbandingan sosial. Selain itu, media sosial juga dapat menjadi wadah bagi perilaku negatif seperti perundungan daring, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi palsu.
Menurut Taprial dan Kanwar (2012), media sosial adalah media yang digunakan oleh individu agar menjadi sosial, secara daring dengan cara berbagi isi, berita, foto dan lain-lain dengan orang lain. Media sosial memberikan akses mudah ke berbagai jenis konten, termasuk berita, opini, cerita pribadi, gambar, dan video. Tidak dapat disangkal bahwa media sosial telah memainkan peran penting dalam mengubah dinamika komunikasi dalam masyarakat. Mereka telah memberikan platform yang kuat untuk menyampaikan pesan, memobilisasi dukungan, dan memfasilitasi pertukaran informasi secara cepat.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Opini Publik
Media sosial telah menjadi kekuatan yang signifikan dalam membentuk opini publik. Informasi dan ide dapat menyebar dengan cepat melalui jaringan sosial, memengaruhi pandangan dan sikap orang terhadap berbagai isu. Kampanye politik, gerakan sosial, dan bahkan keputusan pembelian konsumen dapat dipengaruhi oleh konten yang beredar di media sosial. Kekuatan media sosial dalam membentuk opini publik terletak pada kemampuannya untuk menjangkau audiens yang luas dan beragam, serta memfasilitasi interaksi dan diskusi antara individu.
Namun, pengaruh media sosial terhadap opini publik juga dapat disalahgunakan. Informasi palsu atau propaganda dapat dengan mudah menyebar melalui media sosial, memanipulasi opini publik dan menyebabkan kerugian bagi individu dan masyarakat. Algoritma media sosial juga dapat memperkuat polarisasi opini dengan menampilkan konten yang sesuai dengan pandangan yang sudah ada, menciptakan “ruang gema” di mana orang hanya terpapar pada informasi yang mengkonfirmasi keyakinan mereka. Oleh karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memverifikasi informasi sebelum mempercayainya.
Transformasi digital ini telah mengubah lanskap komunikasi global, dimana mengacu pada perubahan industri dan teknologi yang disebabkan oleh teknologi digital seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan data besar. Memungkinkan masyarakat untuk terhubung secara langsung, akses informasi dengan cepat, dan pendidikan publik. Hasil penelitian dalam artikel ini, akan menganalisis peran media soisal, mengevaluasi dampak transformasi sosial serta dampak dan tantangan dan peluang terkait pemanfaatan media sosial untuk meningkatkan kesadaran.
Muhammad Musa Akbar, Mahasiswa Program Studi Digital Komunikasi dan Media, Sekolah Vokasi, IPB University