ADVERTISEMENT

Friday, 4 April 2025
HomeBeritaTransportasi Publik Harus Tetap Terjangkau, Kenaikan Tarif Bukan Solusi

Transportasi Publik Harus Tetap Terjangkau, Kenaikan Tarif Bukan Solusi

Oleh: Nayyara Alya Fazila
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media, Sekolah Vokasi IPB

ADVERTISEMENT

Wacana tentang kenaikan tarif Transjakarta sempat menjadi topik hangat di tengah masyarakat setelah adanya pengurangan subsidi dari pemerintah.

Meskipun kebijakan tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapatkan penolakan luas, isu terkait tarif transportasi umum yang semakin meningkat tetap menjadi masalah penting yang perlu diperhatikan.

ADVERTISEMENT

Bagi banyak orang, kenaikan tarif bukan sekadar masalah angka, tetapi dampaknya yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh mereka yang sangat bergantung pada transportasi publik.

ADVERTISEMENT

Kenaikan Tarif Memberatkan Pengguna Transportasi Publik

Sebagai mahasiswa yang sehari-hari menggunakan transportasi umum, saya sangat memahami betapa pentingnya tarif yang terjangkau.

Biaya transportasi merupakan salah satu pengeluaran utama yang harus diperhitungkan, mengingat pendapatan mahasiswa yang terbatas dan sering kali bergantung pada orang tua.

Jika tarif Transjakarta dinaikkan, hal ini tentu akan memberikan beban lebih bagi mahasiswa yang sudah memiliki banyak biaya lain untuk dipikirkan, seperti biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Bagi para pekerja dengan penghasilan menengah ke bawah, yang juga mengandalkan Transjakarta sebagai sarana transportasi, kenaikan tarif dapat menjadi masalah besar.

Mereka mungkin terpaksa mencari alternatif lain yang belum tentu lebih efisien atau lebih murah. Dampaknya, mereka yang paling rentan secara ekonomi akan terbebani, padahal selama ini subsidi transportasi publik membantu meringankan biaya transportasi mereka.

Mengapa Tarif Transportasi Publik Harus Tetap Terjangkau

Transportasi umum yang murah dan mudah diakses bukan hanya penting untuk individu, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Jika tarif Transjakarta dinaikkan, banyak orang yang beralih ke kendaraan pribadi, yang justru akan meningkatkan kemacetan dan polusi.

Salah satu tujuan utama dari pengembangan transportasi publik adalah untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, yang berdampak buruk bagi lingkungan dan kemacetan.

Jika tarif transportasi umum semakin mahal, masyarakat akan kembali menggunakan kendaraan pribadi yang justru akan memperburuk masalah-masalah tersebut.

Oleh karena itu, tarif transportasi publik perlu dijaga agar tetap terjangkau agar lebih banyak orang beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Subsidi pemerintah untuk transportasi publik seharusnya menjadi investasi yang menguntungkan bagi masyarakat luas. Tanpa subsidi yang cukup, banyak warga Jakarta yang akan kesulitan memenuhi kebutuhan mobilitas mereka, mengingat biaya hidup yang semakin meningkat.

Solusi Tanpa Kenaikan Tarif

Dengan berkurangnya subsidi yang ada, pemerintah bisa mencari alternatif untuk menjaga keberlanjutan transportasi publik tanpa harus menaikkan tarif. Misalnya, dengan memaksimalkan pendapatan dari sektor iklan yang ada di dalam bus atau halte, atau menjalin kerja sama dengan sektor swasta untuk membantu pendanaan transportasi publik.

Selain itu, kebijakan subsidi berbasis prioritas bisa menjadi solusi jangka panjang yang lebih efektif. Dengan cara ini, subsidi bisa disalurkan lebih tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, seperti pekerja berpenghasilan rendah atau mahasiswa yang membutuhkan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.

Ke depannya, pengelolaan transportasi publik harus lebih mengutamakan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan tarif yang adil dan terjangkau bagi semua kalangan. Dengan mencari solusi yang lebih inovatif, pemerintah bisa tetap menjaga kualitas transportasi publik tanpa membebani masyarakat yang sudah tertekan dengan banyak biaya hidup lainnya.

Jangan Sampai Kenaikan Tarif Terulang Kembali
Meskipun wacana kenaikan tarif Transjakarta akhirnya dibatalkan, bukan berarti ancaman serupa tidak akan muncul di masa depan.

Kasus ini menunjukkan bahwa subsidi transportasi publik masih bisa dipangkas kapan saja, dan masyarakat harus tetap mengawal kebijakan pemerintah agar tidak merugikan pengguna transportasi umum.

Penolakan luas dari publik menjadi bukti bahwa akses transportasi yang terjangkau adalah kebutuhan mendasar yang tidak bisa dikompromikan.

Oleh karena itu, pemerintah harus berkomitmen untuk mencari solusi lain dalam menjaga keberlanjutan transportasi publik, seperti memaksimalkan pendapatan dari iklan, kerja sama dengan swasta, atau skema subsidi yang lebih tepat sasaran.

Ke depan, penting bagi pemerintah untuk lebih transparan dalam pengelolaan subsidi transportasi publik. Masyarakat harus memiliki akses terhadap informasi mengenai kebijakan yang berpotensi memengaruhi mobilitas mereka.

Dengan demikian, transportasi umum tetap dapat diandalkan sebagai solusi yang nyaman, efisien, dan terjangkau bagi semua kalangan.***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here