Bogordaily.net – Shin Tae-yong, nama yang sudah tak asing didengar dalam dunia persepakbolaan Indonesia. Ia merupakan pelatih Timnas Indoensia yang dikontrak dari bulan desember 2019 silam. Perjalanan karirnya yang bisa dikatakan cukup gemilang, dengan segemban prestasi yang diraih sebagai pemain maupun pelatih di korea membuat manajemen sepakbola Indonesia tertarik untuk merekrutnya.
Dalam melatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga mengemban banyak prestasi yang cukup baik seperti meraih perunggu dalam Sea Games 2021, lolos putaran ketiga piala dunia 2026, hingga membuat peringkat timnas Indoensia naik drastic dari 173 ke 129 dalam rangking FIFA.
Namun, kini Shin Tae-yong harus menerima kenyataan pahit dengan dipecatnya Ia sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pemberhentian Shin Tae-yong pada 6 januari 2025, mengejutkan publik indoensia. Dalam konferensi pers, ketua umum PSSI, Erick Thohir mengumumkan pemberhentian Shin Tae-yong sebagai pelatih timnas Indoensia. Sebagaimana pemberhentian yang diumumkan pada konferensi pers tersebut, membuat publik geram dan bertanya-tanya alasan dibalik pemecatan tersebut. Adanya konflik internal serta kekalahan saat laga kualifikasi piala dunia tahap pertama, menjadi suatu alasan atas pemberhentian Shin Tae-yong.
Pemecatan Shin Tae-yong menimbulkan adanya dua persepsi berbeda dari publik. Ada yang beranggapan bahwa pemecatan ini sebagai Langkah untuk membuat perubahan pada dunia sepakbola Indonesia, tetapi ada juga yang mengatakan bahwa pemecatan ini merupakan “blunder” besar karena bisa mengganggu performa timnas saat ini. Hasil dari pertandingan timnas yang bisa dikatakan kurang memuaskan bisa menjadi salah satu alasan terbesar dari Keputusan pemecatan ini. Tetapi, keefektifan dari pemecatan yang dilakukan ini masih terus dipertanyakan publik hingga saat ini.
Suasana Panas di Ruang Ganti Timnas
Kondisi ruang ganti Timnas diduga memanas saat menghadapi China pada kualifikasi piala dunia zona asia pada 15 Oktober 2024 lalu. Banyak penggemar sepakbola Indonesia yang sangat berharap bahwa Indonesia memenangkan laga melawan China tersebut karena kekalahan China dalam dua pertandingan pertamanya. Nyatanya, Timnas Indonesia harus menerima kekalahan dengan skor 2-1. Hasil pertandingan tersebut membuat publik bertanya-tanya mengenai penyebab kekalahan timnas yang sangat disayangkan.
Ada beberapa penyebab ruang ganti memanas, seperti Jay Idzes yang sebelumnya merupakan kapten timnas, namun saat pertandingan dengan China tersebut, Asnawi Mangkualam yang terpilih menjadi kapten. Selain itu, salah satu pemain naturalisasi Indonesia yang digadang-gadang akan membuat perubahan permainan timnas menjadi lebih baik, yaitu Eliano Reijnders tidak dipanggil ke dalam squad timnas, serta banyak miskomunikasi antara Shin Ta-yong dan para pemain. Semua alasan tersebut sempat dibantah oleh para manajemen
timnas sendiri, namun masih perlu dipertanyakan, apakah semua bantahan tersebut hanya untuk menutupi kondisi ruang ganti yang sebenarnya? Karena bisa dilihat performa timnas yang menurun saat menghadapi China tersebut. Persepsi dari publik belum tentu benar karena tidak mengetahui kejadian sebenarnya di ruang ganti, tetapi timnas juga perlu mempertahankan struktur yang sudah ada sebelumnya.
Patrick Kluivert sebagai Pengganti STY
Setelah pemecatan Shin Tae-yong, Patrick Kluivert ditunjuk sebagai pelatih timnas. Patrick Kluivert diketahui belum mempunyai pengalaman melatih tim piala dunia, serta pernah terseret beberapa kasus di masa lalunya. Patrick Kluivert sendiri mempunyai rekam jejak kepelatihan yang bisa dibilang belum cukup cemerlang, dibandingkan dengan karirnya sebagai pemain. Sebagai pelatih, Kluivert belum pernah tim nasional berkompetisi di ajang turnamen besar seperti piala asia atau piala dunia, dan masih bisa diragukan bagaimana Ia membawa Timnas Indonesia untuk lolos ke piala dunia.
Sebagai pemain, Patrick Kluivert pernah bermain di klub-klub besar seperti mulai dari Timnas Belanda, Ajax Amsterdam di liga Belanda, AC Milan di liga italia, hingga Barcelona di liga spanyol. Saat bermain di Ajax pun, Patrick Kluivert membawa piala liga serta liga champions selama 3 musim berturut-turut, yang membuat kepercayaan publik terhadap kepelatihannya yang menggantikan Shin Tae-yong meningkat. Karirnya sebagai pemain tersebut yang cukup baik itu bisa menghilangkan keraguan publik akan rekam jejak kepelatihannya.
Jejak karirnya tersebut pun membuat publik menjadi bingung karena kedua hal tersebut. Mempercayai Patrick Kluivert sudah menjadi hal yang seharusnya dilakukan saat ini. dengan jabatannya sebagai pelatih timnas yang baru, melihat ke masa depan adalah yang perlu kita lakukan. Berbagai macam hasil baik yang kita tunggu, serta target yang diberikan untuk membuat Indonesia lolos ke piala dunia 2026 harus selalu kita harapkan. setelah melihat hasil yang nyata, publik kemudian akan bisa mengeluarkan pendapat tentang performanya.***
Matius Salomo Nababan
Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University