Bogordaily.net – Sebanyak 197 Pelajar SMA/SMK di Bogor yang diamankan hendak ikut demo ke Jakarta sempat patungan Rp10 ribu untuk beli pilox dan lakukan Vandalisme.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menyebut, ajakan untuk membeli pilox dan cat itu dilakukan melalui percakapan grup whatsapp yang berhasil diungkap Polisi.
“Ada ajakan dan terkoordinir, karna dari percakapan grup, malah mereka ini yang harus membayar 10rb untuk informasinya untuk membeli cat dan pilox, mungkin mereka mau melakukan aksi vandalisme di wilayah Jakarta,” kata AKBP Wikha Ardilestanto
Menurut dia, sebanyak 197 pelajar itu telah diberikan pembinaan dan juga didataf kembali oleh pihak sekolah, agar tak mengulangi perbuatanya.
“Dari 197 yang kita amankan, ada 16 orang yang sudah lulus SMA, maka itu kita pisahkan clusternya, kami cek lebih lanjut, untuk yang pelajar SMK sendiri sudah kami datakan persekolah untuk sekolah, sekolahnya sudah kami hubungi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Polisi terus melakukan langkah antisipasi untuk melindungi para pelajar agar tidak mengikuti aksi demo di Jakarta.
“Polres bogor pada kesempatan ini berkeinginan melindungi para pelajar agar tidak menjadi korban apabila mereka mengikuti demonstrasi di jakarta,” ujar Wikha.
Sebelumnya, Polisi menyebut mayoritas para pelajar SMA/SMK di Bogor yang hendak ikut demo ke Jakarta mendapat ajakan dari grup WhatsApp.
Menurut Kapolres, pihaknya berhasil mengungkap grup whatsapp para pelajar yang berisi ajakan untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta. Dalam grup tersebut, terdapat sebanyak 457 anggota.
“Temuan sajam tidak ada, tadi yang saya sampaikan bahwa ada whatsapp grup yang terisi dari 457 orang, dari percakapan yang kami analisa, memang ada ajakan untuk berangkat ke Jakarta,” ungkapnya.(Albin Pandita)