Bogordaily.net – Kabar mengejutkan datang dari salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia Tokopedia. Dalam dua bulan terakhir, ratusan karyawan dilaporkan menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) secara bertahap.
Berdasarkan informasi yang diterima, setidaknya 420 karyawan terdampak hingga Agustus 2025 ini. Gelombang pertama PHK terjadi pada Juli lalu dengan jumlah sekitar 180 orang. Kemudian, pada Agustus jumlahnya meningkat signifikan hingga 240 orang.
PHK ini tidak hanya menimpa satu bidang, melainkan mencakup berbagai divisi penting. Mulai dari teknologi informasi (IT), customer care, hingga tim fulfillment dan gudang ikut terdampak kebijakan efisiensi tersebut.
Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, mengingat divisi-divisi tersebut merupakan tulang punggung operasional sebuah perusahaan e-commerce.
Sejumlah pihak menduga langkah PHK ini berkaitan dengan upaya perusahaan dalam melakukan efisiensi biaya operasional di tengah ketatnya persaingan industri digital.
Namun, hingga saat ini pihak perusahaan terkait belum memberikan tanggapan resmi soal alasan di balik keputusan tersebut.
Laporan mengenai pemangkasan tenaga kerja di sektor teknologi belakangan ini memang semakin sering terdengar.
Kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, serta pergeseran tren belanja online, kerap disebut menjadi faktor yang mendorong perusahaan-perusahaan digital melakukan langkah penghematan besar-besaran.
Kini, publik menantikan klarifikasi resmi dari perusahaan terkait. Sementara itu, kabar ini tentu menambah daftar panjang gelombang PHK di industri digital yang masih terus berlangsung hingga tahun 2025.***