Bogordaily.net – Kejaksaan Republik Indonesia (RI) ke-80, Kejaksaan Republik Indonesia melakukan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat 29 AgustusĀ 2025.
Adapun, upacara yang digelar dengan khidmat tersebut, dilakukan untuk penghormatan langsung kepada Jaksa Agung RI Pertama, Raden Gatot Taroenamihardja yang juga dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat adalah Katarina Endang Sarwestri, S.H., M,H serta seluruh pegawai Kejari dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Narendra Jatna menyampaikan ziarah tabur bunga ini diselenggarakan pada Harlah Kejaksaan yang ditetapkan pada 2 September.
“Jadi banyak orang yang menduga bahwa kejaksaan itu harlahnya 19 Agustus bersamaan dengan dibentuknya kabinet RI,” kata Narendra kepada wartawan, Jumat 29 Agustus 2025.
“Tapi kami memperingatinya adalah pada saat pelantikan jaksa agung pertama, karena itu adalah simbol kedaulatan,” tambahnya.
Penghormatan dan Mengenang Jasa Perjuangan
Menurutnya, ziarah juga diisi dengan prosesi tabur bunga di makam Jaksa Agung pertama. Hal ini sebagai penghormatan sekaligus mengenang jasa-jasanya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Ini adalah sebagai simbol kedaulatan hukum indonesia, karena itulah pertama kali adanya kedaulatan penuntutan yang dimaknai dengan adanya jaksa pertama republik Indonesia,” jelasnya.
Ia menjelaskan, peringatan hari Kejaksaan RI menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kejaksaan dengan menteladani jasa Jaksa Agung yang pertama.
“Beliau ini besar jasanya, bahkan dua kali menjadi jaksa agung dan banyak contoh teladan beliau yang patut kita teladani. Jadi kami hadir disini juga untuk menteladani Jaksa Agung RI yaitu Raden Gatot Taroenamihardja,” ujarnya.
Lebih lanjut, pihaknya menyebut melalui peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 dapat menjadi inspirasi dan keteladanan dalam membangun kejaksaan yang di percaya publik dalam menjaga keadilan.
“Karena saat ini bukan soal menang atau kalah tapi keadilan apa yang kita temukan. Bagaimana mempertahankannya? salah satunya dengan memperingati hari-hari besar kita bisa memahami apa hakikatnya kita selaku jaksa,” ungkapnya.
(Albin Pandita)