Bogordaily.net — Upaya memutus mata rantai peredaran narkoba terus digencarkan oleh Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui program edukasi langsung kepada generasi muda di lingkungan pesantren.
Pada Senin, 28 Oktober 2025, ribuan santri, guru, dan mahasiswa mengikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00–11.00 WIB ini mendapat perhatian khusus karena dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Setyo, serta Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau akrab disapa Jaro Ade.
Kehadiran dua tokoh penting ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menguatkan benteng pesantren dari ancaman narkoba yang kian kompleks.
Narkoba Masuk Pesantren, Ancaman Nyata bagi Generasi Muda
Dalam beberapa tahun terakhir, peredaran narkoba semakin menyasar banyak segmen masyarakat. Pesantren yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan moral pun tak lagi luput dari incaran jaringan narkotika.
Suyudi Ario Setyo menjelaskan betapa seriusnya ancaman narkoba di era saat ini.
“Bahwasannya penyalahgunaan narkoba sudah memasuki berbagai macam kalangan, baik orang dewasa, remaja, anak-anak, artis dan bahkan juga santri, sehingga ini menjadi perhatian lebih bagi BNN RI dalam berupaya untuk mencegah sebelum terjadi bagi setiap kalangan tersebut, khususnya para santri,” tegasnya di hadapan ribuan peserta.
BNN Mengusung Misi ‘War on Drugs for Humanity’
BNN RI memiliki tag line “War on Drugs For Humanity” yang mana mereka terus berjuang untuk berperang melawan para bandar narkotika dan berperikemanusiaan terhadap para pengguna narkoba.
Usaha yang mereka lakukan adalah dengan merehabilitasi para pengguna atau pecandu dilokal rehabilitasi yang telah disediakan oleh negara.
Dan membuat stigma yang baik bahwasannya rehabilitasi bukan lah dipenjara, akan tetapi diobati dan diterapi sehingga dapat terlepas dari jeratan kecanduan narkoba.
Harapannya semua upaya pencegahan dari BNN RI dapat terus berdampak bagi Negara sehingga dapat mengurangi populasi para pecandu dan bandar narkotika yang ada di indonesia.
Kehadiran Jaro Ade mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor sekaligus menjadi bukti bahwa Pemkab mendukung penuh kegiatan pencegahan narkoba di pesantren.
Pemkab menilai pesantren memiliki peran strategis sebagai garda moral yang dapat membantu negara menangkal pengaruh narkoba hingga ke akar rumput.
(Fatih jiddan)
