Bogordaily.net – Kebakaran di Jalan Kp. Sukawarna, Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu pagi 29 November 2025, bukan sekadar peristiwa api yang membubung dari sebuah permukiman.
Kebakaran di Bogor Selatan ini menyisakan dentuman waktu yang seakan berhenti beberapa detik—sebelum akhirnya semua orang sadar bahwa mereka harus berlari, berteriak, dan menyelamatkan apa pun yang masih bisa diselamatkan.
Pagi itu masih muda. Matahari bahkan belum benar-benar naik. Jalan kecil di Kp. Sukawarna masih lengang, hanya pedagang sayur yang baru turun dari motor, beberapa warga yang sedang menyapu halaman.
Hingga tiba-tiba, dari satu rumah di ujung gang, asap tipis mulai muncul. Lalu menebal. Lalu berubah jadi api yang meloncat seperti sedang mengejar udara.
Kebakaran Kp. Sukawarna Cipaku ini seketika membuat warga panik. Teriakan meminta tolong bersahutan.
Ada yang mencoba menyiram dengan ember, ada yang menggedor pintu rumah tetangga, ada yang langsung menghubungi pemadam kebakaran.
Dalam hitungan menit, gang itu berubah menjadi tempat di mana semua orang bergerak cepat, tetapi tetap saja terasa lambat dibanding laju api.
Petugas pemadam kebakaran dari Kota Bogor datang dengan sirene yang meraung memecah suasana.
Mobil merah itu berhenti tepat di depan jalan kecil yang memaksa petugas membawa selang secara manual, berlari ke lokasi api. Beberapa warga ikut membantu, membentangkan selang, menyingkirkan motor, mengangkat barang-barang yang masih bisa ditarik dari rumah terdekat api.
Api sudah mulai membesar saat petugas menyemprotkan air bertekanan tinggi. Kobaran api yang awalnya seperti lidah kecil kini menjadi dinding panas yang menggigit apa pun yang disentuhnya.
Namun, perlahan, para petugas berhasil menahan laju api, memastikan agar kebakaran di Bogor Selatan ini tidak merambat ke rumah-rumah lain yang berdempetan rapat.
Sementara itu, warga berdiri mematung. Ada yang memeluk ibu mereka. Ada yang sibuk menelpon keluarga lain, memastikan semua aman.
Ada pula yang hanya melihat, tidak banyak bicara—karena memang tidak ada yang bisa dikatakan ketika api telah menjadi penguasa pagi.
Hingga berita ini diturunkan, kebakaran tersebut masih dalam penanganan tim pemadam kebakaran. Belum ada laporan resmi terkait korban maupun penyebab awal api.
Namun bagi warga Sukawarna, peristiwa ini akan menjadi cerita panjang—tentang bagaimana pagi yang tenang bisa berubah menjadi pagi yang berisik, panas, dan penuh kecemasan.
Petugas masih bekerja. Warga masih berjaga. Dan Bogor, seperti biasa, kembali mengingatkan bahwa rasa aman selalu bisa berubah kapan saja.***
