Bogordaily.net – Situasi darurat masih menyelimuti kawasan pertambangan emas Ciurug, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, setelah PT Aneka Tambang (Antam) menduga masih terdapat penambang ilegal yang terperangkap di dalam lubang tambang.
Meski tim gabungan telah berhasil mengevakuasi sejumlah korban, proses pencarian belum sepenuhnya tuntas. Kondisi medan ekstrem dan paparan gas beracun menjadi tantangan serius bagi tim penyelamat yang bekerja di lokasi.
Java Region, CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya belum dapat memastikan jumlah penambang yang masih terjebak di dalam lubang emas ilegal tersebut.
“Saya belum tahu (sisa berapa yang terjebak), yang jelas yang dapat kami evakuasi tiga orang dan informasinya masih ada (terjebak) tapi tim evakuasi kami belum menemukan,” kata Agustinus
Gas Beracun dan Medan Ekstrem Hambat Evakuasi
Agustinus menjelaskan, proses evakuasi berjalan sangat lambat karena tingginya kandungan gas karbon monoksida di dalam lubang tambang, yang membahayakan keselamatan tim penyelamat.
Selain itu, struktur lubang tambang yang tidak standar dan rawan longsor memperbesar risiko kecelakaan.
“Jadi seperti yang saya sampaikan karena memang medannya berbahaya, salah satu tim evakuasi tertimpa batu, akhirnya menyebabkan luka di bagian bahu,” ujarnya.
Ia menambahkan, para penambang ilegal yang diduga masih terjebak diperkirakan berada di kedalaman lebih dari 500 meter, sehingga membutuhkan peralatan khusus dan waktu ekstra untuk menjangkau titik tersebut dengan aman.
Lima Penambang Liar Ditemukan Tewas
Sebelumnya, insiden tragis ini telah menelan korban jiwa. Sebanyak lima penambang liar ditemukan meninggal dunia dari area tambang emas tersebut.
Kelima korban diketahui berasal dari dua wilayah berbeda, yakni tiga orang warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, serta dua orang lainnya dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung.
Penemuan korban meninggal tersebut semakin mempertegas bahaya aktivitas tambang ilegal yang kerap dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan kerja.
Peristiwa ini bermula pada Selasa, 13 Januari 2026 dini hari WIB, ketika warga dan petugas melihat kepulan asap tebal keluar dari dalam lubang tambang emas milik Antam.
Asap tersebut diduga berasal dari aktivitas penambangan ilegal yang kerap dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh sejumlah warga di kawasan tersebut.
Sejak saat itu, aparat kepolisian, tim evakuasi, serta pihak Antam terus melakukan upaya pencarian dan penyelamatan, meski dihadapkan pada kondisi lapangan yang sangat berisiko.
Hingga kini, operasi evakuasi masih terus dilanjutkan sambil menunggu kondisi lubang tambang benar-benar aman untuk dimasuki lebih dalam.
