Thursday, 1 January 2026
HomeViralCandaan Jurnalis TV Nasional soal Teror Ayam Bumbu Viral, Singgung Intimidasi Kritik...

Candaan Jurnalis TV Nasional soal Teror Ayam Bumbu Viral, Singgung Intimidasi Kritik Penanganan Bencana

Bogordaily.net – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh potongan video yang menampilkan candaan seorang jurnalis televisi terkait isu teror terhadap pengkritik penanganan bencana.

Video tersebut viral setelah menampilkan pernyataan jurnalis SINDOnews TV, Yudi Handoyo, yang diduga menyindir praktik intimidasi dengan gaya bercanda.

Dalam video yang beredar luas, Yudi Handoyo tampak menanggapi fenomena pengiriman paket bangkai ayam berbumbu yang belakangan dikaitkan dengan teror terhadap pihak-pihak yang vokal mengkritik penanganan bencana.

Candaan singkat itu justru memantik reaksi luas dari publik.

“Kalau dikritik dikirim ayam bumbu, enak juga,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Yudi menerima paket serupa di dalam studio. Meski bernada santai, ucapannya dinilai menyentil persoalan serius, yakni intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan upaya pembungkaman kritik publik.

Sindiran Halus di Balik Candaan

Sejumlah warganet menilai candaan tersebut bukan sekadar guyonan, melainkan sindiran tajam terhadap situasi yang tengah ramai diperbincangkan.

Yudi disebut secara tidak langsung mengaitkan peristiwa teror tersebut dengan kondisi kebebasan berpendapat di Indonesia, khususnya bagi mereka yang bersuara kritis terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani bencana.

Dalam konteks jurnalistik, kritik terhadap penanganan bencana merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial. Namun, munculnya teror berupa pengiriman bangkai ayam berbumbu justru memunculkan kekhawatiran akan adanya intimidasi terhadap suara kritis.

Candaan yang disampaikan Yudi pun dipersepsikan sebagai bentuk perlawanan simbolik, sekaligus kritik terhadap upaya-upaya yang dianggap ingin membungkam kritik publik.

Reaksi Netizen Beragam dan Pedas

Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Reaksi yang muncul beragam, mulai dari komentar bernada sinis, satire, hingga umpatan keras yang mencerminkan kekecewaan publik.

“Kelas,” kata seorang netizen.

“Pemerintah jancuk,” timpal netizen lainnya.

“Mending dikirim KFC bucket gak sih,” sahut netizen lagi.

Komentar-komentar tersebut menunjukkan bagaimana isu teror terhadap pengkritik bencana menyentuh emosi publik. Banyak yang menilai praktik intimidasi semacam itu sebagai ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat.

Kasus ini kembali membuka diskusi luas mengenai batas-batas kebebasan berekspresi di ruang publik.

Teror terhadap pengkritik, apa pun bentuknya, dinilai tidak sejalan dengan semangat demokrasi dan transparansi, terlebih dalam situasi bencana yang menuntut evaluasi terbuka dari berbagai pihak.

Meski hanya berupa candaan, pernyataan Yudi Handoyo justru dianggap merepresentasikan kegelisahan banyak orang. Bahwa kritik terhadap penanganan bencana semestinya dijawab dengan perbaikan kebijakan, bukan intimidasi atau teror simbolik.

Hingga kini, video tersebut masih terus beredar dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Publik pun menanti apakah akan ada respons resmi atau klarifikasi dari pihak-pihak terkait mengenai fenomena teror yang menyasar para pengkritik penanganan bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here