Bogordaily.net – Yayasan Bunda Babando Kayo resmi meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di wilayah Bogor Selatan, tepatnya di Kelurahan Cikaret, pada Sabtu,10 Januari 2025.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Bunda Babando Kayo, Afif Bariski Demayora Kepala SPPG Pasir Kuda 003, Andre Army Latpurnawan, Lurah Pasir Kuda, Muhammad Nur, Lurah Cikaret, Riki Ridwan Deris perwakilan Dinas Kesehatan, Erna Rahmawati serta kader dari 15 posyandu yang berada di wilayah Bogor Selatan, Kelurahan Cikaret.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Bunda Babando Kayo menyampaikan bahwa tujuan utama pendirian SPPG adalah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat.
Menurutnya, SPPG harus benar-benar hadir sebagai pelayan masyarakat, baik dalam pemenuhan gizi, konsultasi gizi, maupun pelayanan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial masyarakat sekitar.
“Penerima manfaat adalah tujuan utama kami. Oleh karena itu, SPPG harus dikelola dengan sistem manajerial yang kuat, ketahanan pangan yang baik, serta keamanan pangan yang terjamin, terutama bagi para penerima manfaat SPPG Pasir Kuda 003,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Yayasan Bunda Babando Kayo sebelumnya telah mendirikan SPPG di wilayah Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sebagai dapur pertama dengan nama SPPG Pesanggrahan 001.
Berangkat dari pengalaman tersebut, pihaknya optimistis dapat berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Penyaluran layanan SPPG Pasir Kuda 003 direncanakan mulai berjalan pada Senin, 12 Januari 2025.
Kepala SPPG Pasir Kuda 003, Andre Army Latpurnawan, menjelaskan bahwa dapur SPPG memiliki keunggulan dalam pengelolaan layanan, termasuk pengendalian data dan kepuasan penerima manfaat.
Pihaknya juga menekankan pentingnya pengawasan ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam proses pelayanan.
“Persiapan dapur ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Kami menerapkan standar operasional prosedur yang ketat, mulai dari pengolahan makanan hingga distribusi ke penerima manfaat,” jelasnya.
Terkait sumber daya manusia, Andre menyebutkan bahwa sekitar 20 persen personel telah berpengalaman, sementara tenaga dari warga sekitar akan diberikan pelatihan lanjutan. Langkah ini dilakukan untuk menyerap tenaga kerja lokal sekaligus memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.
“Kami juga telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam pelatihan terkait SOP, kebersihan, dan keamanan pangan,” tambahnya.
Ke depannya, Yayasan Bunda Babando Kayo berharap SPPG Pasir Kuda 003 dapat terus berkolaborasi dengan masyarakat dan para pemerintah setempat demi memberikan manfaat yang maksimal bagi penerima layanan.
(Hasbi Ramadhani)
