Tuesday, 6 January 2026
HomeNasionalIdul Fitri 2026 Berpotensi Beda Tanggal, Ini Prediksi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Idul Fitri 2026 Berpotensi Beda Tanggal, Ini Prediksi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Bogordaily.net – Penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 di Indonesia kembali menjadi perhatian publik. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menetapkan tanggal resmi Idul Fitri berdasarkan hasil sidang isbat.

Selain pemerintah, organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah juga memiliki kewenangan untuk menetapkan sendiri awal Syawal.

Tak jarang, metode yang berbeda membuat potensi perbedaan tanggal Lebaran kembali muncul.

Berdasarkan Kalender Hijriah 2026 yang disusun Kemenag RI, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada rentang 21 hingga 22 Maret 2026.

Perkiraan tersebut juga tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Meski sudah masuk dalam kalender resmi negara, tanggal tersebut belum bersifat final.

Pemerintah menegaskan bahwa penetapan Idul Fitri 2026 secara resmi tetap menunggu hasil sidang isbat, yang biasanya digelar menjelang akhir bulan Ramadan. Sidang ini mempertimbangkan hasil rukyatul hilal dan data hisab dari berbagai pihak.

Di sisi lain, Muhammadiyah menggunakan metode yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Organisasi ini mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) 1447 H, yang sepenuhnya berbasis perhitungan astronomi.

Berdasarkan KHGT, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada 20 Maret 2026. Artinya, Lebaran versi Muhammadiyah berpotensi lebih awal satu hari dibandingkan prediksi pemerintah.

Perbedaan metode penentuan ini membuat kemungkinan perbedaan hari raya kembali terbuka, meskipun kepastian akhir tetap menunggu pengumuman resmi dari masing-masing pihak.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here