Bogordaily.net – Ribuan umat Kristen dari berbagai denominasi memadati Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kamboja, Jalan Kamboja, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, dalam perhelatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Natal yang digelar oleh Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Depok.
Ibadah Natal berskala besar yang berlangsung pada Jumat, 9 Januari 2026 sore tersebut menjadi momentum penting bagi umat Kristen Karismatik untuk mempererat persaudaraan lintas gereja sekaligus meneguhkan komitmen kebersamaan dalam bingkai toleransi dan harmoni sosial.
Sejak sore hari, sekitar 1.500 jemaat tampak antusias menghadiri acara yang berlangsung dari pukul 16.00 hingga 19.30 WIB.
Mereka datang dari berbagai wilayah di Kota Depok, mewakili gereja-gereja anggota PGLII yang memiliki latar belakang dan pelayanan berbeda, namun dipersatukan dalam semangat Natal.
Ketua PGLII Kota Depok, Pdt. Kaleb D Essing, menegaskan bahwa KKR Natal ini tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan momentum rohani untuk memperdalam iman dan membangun kesadaran sosial umat.
“KKR Natal ini mengusung tema ‘Allah mengutus Anak-Nya supaya dunia diselamatkan melalui Dia’, yang diambil dari Yohanes 3:17,” ujar Pdt. Kaleb.
Menurutnya, tema tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan pesan pengharapan, keselamatan, dan kasih yang nyata, tidak hanya dalam lingkup gereja, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
Pdt. Kaleb menambahkan, tingginya partisipasi jemaat menjadi bukti kuat adanya kerinduan akan kebersamaan dan penguatan iman secara kolektif.
Ia menyebut keberhasilan KKR Natal ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi yang solid antar-gereja anggota PGLII Kota Depok.
“Acara yang penuh sukacita ini diharapkan dapat menjadi pemacu untuk terus berkontribusi dalam menciptakan kedamaian dan kerukunan, mengaktualisasikan kasih Kristus dalam tindakan nyata sehari-hari di masyarakat,” terangnya.
Apresiasi Pemerintah Kota Depok
Semangat Natal yang diusung dalam KKR ini mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kota Depok. Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, yang hadir langsung dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas terselenggaranya ibadah Natal dengan penuh sukacita dan ketertiban.
“Pemkot Depok berkomitmen menjaga kehidupan beragama yang harmonis dalam keberagaman. Sesuai dengan tema, kami mengajak umat Kristen untuk memperkuat iman dan memperluas kedamaian dalam membangun Kota Depok, tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga spiritual,” tegas Chandra.
Lebih lanjut, Chandra menyampaikan penghargaannya atas terselenggaranya acara tersebut. Nilai-nilai kasih yang dirayakan hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh warga untuk terus bersolidaritas.
“Kami menyampaikan apresiasi terhadap jajaran PGLII dan seluruh pihak yang terlibat sehingga perayaan Natal bisa terlaksana dan bermakna,” kata Chandra Rahmansyah.
Wakil Wali Kota Depok juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem yang penuh kasih ini untuk dihidupi, saling tolong-menolong dan menjaga kesatuan dalam keberagaman.
“Spirit Natal adalah modal sosial yang sangat berharga untuk memperkuat kohesi sosial seluruh elemen masyarakat Depok, tanpa terkecuali,” ucap Chandra Rahmansyah.
Pesan Khotbah: Jadi Agen Perdamaian
Dalam khotbahnya, pembicara utama KKR, Pdt. Rubin Adi Abraham yang juga Ketua Sinode Gereja Bethel Indonesia, mendorong jemaat untuk menjadikan keselamatan yang diperoleh sebagai dasar untuk aktif membangun masyarakat.
Pdt. Rubin mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan makna pengutusan Anak Allah ke dunia sebagai wujud kasih terbesar.
Menurutnya, pemahaman ini akan mendorong setiap individu untuk menjadi agen perdamaian dan persatuan di tengah kompleksitas kehidupan sosial. (*)
