Bogordaily.net – Nyon, Swiss, Jumat 30 Januari 2026, bukan sekadar undian biasa. Di sebuah ruangan yang rapi, dengan bola-bola plastik kecil yang tampak jinak itu, nasib raksasa Eropa akan ditentukan.
Real Madrid menunggu. Paris Saint-Germain ikut menahan napas. Dan jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia bersiap menyaksikan drama baru bernama playoff Liga Champions.
UEFA akan menggelar drawing babak playoff Liga Champions 2025/2026 pada 30 Januari 2026. Inilah babak “hidup-mati” bagi tim-tim yang finis di peringkat 9 hingga 24 fase liga.
Delapan tim teratas sudah duduk manis di babak 16 besar. Sisanya? Harus berkelahi dulu.
Yang paling gelisah barangkali Real Madrid.
Klub yang terbiasa melangkah anggun hingga Mei itu kini harus rela berdiri di antrean playoff. Madrid finis di posisi kesembilan. Artinya mereka akan bertemu salah satu dari dua tim terbawah: Bodø/Glimt dari Norwegia atau Benfica dari Portugal.
Nama terakhir itulah yang membuat alis Carlo Ancelotti mungkin sedikit terangkat.
Benfica. Klub yang baru saja membuat Madrid tersungkur di Lisbon. Skor 4-2 masih hangat dalam ingatan. Lebih menyakitkan lagi, gol penyeimbang Benfica tercipta di masa injury time. Yang mencetak gol? Kiper. Anatoliy Trubin. Jarang-jarang ada penjaga gawang ikut menorehkan luka.
Jika undian mempertemukan mereka kembali, maka Madrid seperti dipaksa membuka ulang luka lama. Tapi begitulah Liga Champions. Ia tak memberi waktu untuk mengeluh.
Kalau Madrid lolos dari Benfica, Inter Milan yang finis di posisi kesepuluh siap menerima lawan yang sama. Tak ada jalan pintas.
Di sisi lain, drama Prancis juga menunggu giliran.
Paris Saint-Germain berpotensi bertemu AS Monaco. Dua klub dari satu negeri. Duel saudara yang dingin tapi penuh bara. PSG berada di peringkat ke-11, sementara Monaco di posisi ke-21.
PSG sebenarnya hampir saja menghindari playoff. Tapi hasil imbang 1-1 melawan Newcastle di laga terakhir membuat mereka terlempar dari delapan besar. Satu gol yang hilang, satu posisi yang melayang, dan kini mereka harus bertarung lagi.
Undian memberi PSG dua kemungkinan: Monaco atau Qarabag. Jika PSG bertemu Qarabag, maka Monaco otomatis akan bersua Newcastle. Dan siapa pun yang lolos, hadiah berikutnya tak ringan: Barcelona atau Chelsea sudah menunggu di babak 16 besar.
Playoff ini bukan sekadar formalitas.
Leg pertama akan dimainkan 17–18 Februari. Leg kedua pada 24–25 Februari. Formatnya jelas: tim peringkat 9–16 menjadi unggulan dan berhak memainkan leg kedua di kandang. Sedikit keuntungan. Tapi di Liga Champions, kandang sering kali hanya soal ilusi.
Pengelompokan sudah ditentukan. Peringkat 9 dan 10 menghadapi peringkat 23 dan 24. Peringkat 11 dan 12 melawan 21 dan 22. Begitu seterusnya. Sistem ini rapi di atas kertas. Tapi di lapangan, semuanya bisa berantakan.
Nama-nama besar ikut antre di lorong playoff: Juventus, Atletico Madrid, Atalanta, Bayer Leverkusen, Borussia Dortmund. Ada pula Olympiacos, Club Brugge, Galatasaray, Qarabag. Tidak ada yang datang hanya untuk numpang lewat.
Sementara itu, delapan tim elite sudah duduk santai menunggu. Arsenal, Bayern Munchen, Liverpool, Tottenham, Barcelona, Chelsea, Sporting CP, dan Manchester City sudah memesan kursi babak 16 besar.
Mereka menunggu. Mengamati. Mungkin sambil tersenyum tipis.
Bagi tim-tim playoff, ini adalah pekan-pekan penuh tekanan. Satu kesalahan kecil bisa menghapus mimpi semusim. Satu gol telat bisa memaksa koper dibuka lebih cepat.
Dan Jumat ini, di Nyon, semua itu akan dimulai dari sebuah bola kecil yang diputar perlahan oleh tangan panitia.
Sepak bola memang sering ditentukan oleh kaki. Tapi kadang, nasib ditentukan lebih dulu oleh undian.***
