Bogordaily.net – Proses pencarian dan identifikasi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih berlangsung tanpa henti.
Memasuki hari keempat operasi, tim gabungan terus bekerja keras di tengah medan berat dan tumpukan material longsoran yang tebal.
Hingga Selasa, 27 Januari 2026, Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah menerima total 50 kantong jenazah dari lokasi bencana.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 korban telah berhasil diidentifikasi, mengalami peningkatan dibanding laporan sebelumnya yang baru mencatat 30 korban.
“Total 34 korban berhasil diidentifikasi, bertambah dari sebelumnya 30 korban,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Rabu, 28 Januari 2026.
16 Jenazah Masih Dalam Pemeriksaan
Meski puluhan korban telah dikenali, proses identifikasi belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat 16 jenazah yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan karena kondisi korban yang tidak memungkinkan untuk dikenali secara cepat.
Menurut Kombes Hendra, sebagian besar jenazah tersebut harus melalui tahapan pemeriksaan DNA yang memerlukan waktu lebih panjang.
“Yang kemarin malam diterima sebanyak 50 kantong jenazah, yang sudah teridentifikasi 34. Sisanya masih menunggu hasil DNA yang dititipkan di RSUD Cibabat Cimahi,” jelasnya.
Tim DVI Polda Jawa Barat menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan prosedur ketat dan menyeluruh. Identifikasi tidak hanya mengandalkan pemeriksaan fisik, tetapi juga melibatkan pencocokan data antemortem dari keluarga korban.
Tahapan identifikasi mencakup pemeriksaan postmortem, sidik jari, data medis, hingga pengujian DNA bila diperlukan.
Pihak kepolisian memastikan proses ini terus dilakukan sampai seluruh korban benar-benar teridentifikasi secara tuntas.
“Selama masih ada kantong jenazah yang diterima Pos DVI, kami pastikan proses identifikasi diselesaikan secara berkesinambungan. Termasuk jenazah yang membutuhkan pemeriksaan DNA, yang memerlukan waktu sekitar 14 hari,” kata Hendra.
Tim K9 Kembali Diturunkan
Memasuki hari kelima operasi pencarian, Polda Jabar kembali mengerahkan Tim K9 Ditsamapta untuk membantu penyisiran area longsor.
Anjing pelacak bersama personel terlatih digunakan untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses, terutama area yang tidak memungkinkan dimasuki alat berat.
“Untuk K9, setiap hari selalu turun ke lapangan,” ujar Hendra.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Basarnas, relawan, dan unsur pemerintah daerah terus berupaya maksimal menemukan seluruh korban.
Meski menghadapi tantangan berupa cuaca, kondisi tanah labil, serta material longsor yang tebal, proses evakuasi dan pencarian dipastikan akan terus dilakukan sampai selesai.
Operasi ini menjadi salah satu upaya kemanusiaan terbesar di wilayah Bandung Barat dalam beberapa waktu terakhir, dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan keluarga mendapat kepastian.
Di tengah suasana duka, Polda Jawa Barat juga mengimbau keluarga korban agar tetap bersabar dan tidak terpancing kabar simpang siur yang beredar di luar informasi resmi.
Pihak berwenang meminta masyarakat menunggu hasil identifikasi yang valid sebelum korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
