Thursday, 29 January 2026
HomeViralVideo Sok Imut Viral di Media Sosial, Ini Fakta dan Isi Konten...

Video Sok Imut Viral di Media Sosial, Ini Fakta dan Isi Konten yang Jadi Sorotan

Bogordaily.net – Video Sok Imut Viral. Begitulah tiga kata yang beberapa hari terakhir mondar-mandir di lini masa TikTok, WhatsApp grup keluarga, sampai obrolan warung kopi digital bernama kolom komentar.

Tidak ada bencana. Tidak ada konflik politik. Yang ada justru hal sepele: gaya bicara manja, ekspresi menggemaskan, dan potongan cerita keseharian yang dibungkus dengan nada sok imut.

Fenomena ini menarik. Bukan karena isinya luar biasa, tetapi karena cara orang meresponsnya. Warganet ramai bertanya: sebenarnya apa isi video Sok Imut itu? Mengapa banyak yang rela menghabiskan kuota hanya untuk menonton seseorang merindukan pacar, pura-pura tidur di vila bersama sahabat, atau mengeluh karena temannya mendengkur?

Jawabannya sederhana: hiburan ringan selalu punya tempat. Akun TikTok @daiaprns menjadi salah satu yang mengulas dan memparodikan konten tersebut.

Ia membagi empat potongan isi yang disebut-sebut mewakili gaya “sok imut” yang sedang tren.

Mulai dari curhat rindu kekasih dengan nada manja, adegan tidur bersama teman di vila, keluhan tak bisa tidur karena suara dengkuran, sampai momen menyuruh sahabat menjauh agar suasana kembali tenang.

Cara penyampaiannya yang berlebihan—ekspresi dibuat imut, intonasi dimanja-manjakan—justru menjadi pemantik tawa. Kolom komentar pun meledak. Ada yang menulis “gemas”, ada yang menyuruh sang kreator berhenti bicara karena terlalu menggemaskan, ada pula yang datang hanya untuk ikut nimbrung.

Di titik inilah video sok imut viral berubah dari sekadar konten biasa menjadi bahan perbincangan massal. Algoritma bekerja. Rasa penasaran menular. Orang yang belum menonton ikut mencari. Yang sudah menonton, membagikan ulang.

Namun ada satu hal yang masih kabur: siapa pemeran asli video yang diparodikan? Di mana lokasi pembuatannya? Hingga kini tidak ada keterangan pasti.

Tidak disebutkan secara jelas. Mungkin memang bukan itu yang penting. Yang penting adalah sensasinya.

Beginilah dunia digital bekerja. Konten sederhana bisa naik kelas menjadi topik nasional hanya karena dibungkus dengan gaya yang pas dan momentum yang tepat.

Hari ini sok imut. Besok bisa jadi sok galak. Lusa mungkin sok pintar. Polanya berulang, tapi penontonnya selalu baru.

Pada akhirnya, video sok imut viral memberi satu pelajaran kecil: di tengah berita berat dan isu serius, publik tetap butuh jeda.

Butuh tawa singkat. Butuh hiburan ringan. Dan TikTok, dengan segala keunikannya, tahu betul cara menyediakannya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here