Bogordaily.net – Jagat maya kembali dihebohkan oleh beredarnya sebuah video viral yang menyoroti penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk balita di Desa Pasir Padu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @sitizubaedah82 dan langsung menuai perhatian publik karena menampilkan cara penyajian makanan yang dinilai tidak layak.
Dalam rekaman video yang sempat beredar luas sebelum akhirnya dihapus, terlihat dua paket menu MBG disajikan menggunakan kantong plastik transparan.
Penyajian tersebut dinilai jauh dari ekspektasi publik terhadap program nasional yang digadang-gadang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Paket makanan yang diterima balita itu berisi ayam, makanan bertekstur lunak yang diduga bubur, serta buah kelengkeng.
Sementara pada paket lainnya, buah kelengkeng diganti dengan potongan timun. Seluruh komponen makanan dimasukkan menjadi satu di dalam kantong plastik tanpa wadah terpisah.
Dalam video tersebut, sang kreator menyampaikan kritik secara terbuka terkait tampilan makanan yang diterima warga.
Ia mempertanyakan kelayakan penyajian menu tersebut dan menyampaikan kalimat yang kemudian menjadi sorotan publik dengan menyebut kondisinya “kayak muntah kucing”.
Meski menuai kontroversi, kreator video itu menegaskan bahwa unggahan tersebut bukan bentuk ketidaksyukuran terhadap bantuan pemerintah.
Ia menekankan bahwa, kritik yang disampaikan merupakan bentuk keprihatinan terhadap kualitas penyajian program Makan Bergizi Gratis yang seharusnya memenuhi standar kebersihan dan kelayakan, terutama karena ditujukan untuk balita.
Fakta baru terungkap melalui kolom komentar unggahan tersebut. Sang kreator menjelaskan bahwa warga sebenarnya telah berinisiatif membawa tempat makan atau wadah sendiri dari rumah untuk menampung makanan MBG.
Namun, upaya tersebut disebut tidak diterima oleh petugas pengantar MBG. Petugas disebut menolak penggunaan wadah pribadi dengan alasan “ribet” dan memilih memasukkan seluruh komponen makanan ke dalam satu kantong plastik.
Kontroversi semakin melebar setelah video tersebut viral. Melalui unggahan story di akun yang sama, kreator mengisyaratkan adanya tekanan agar konten kritik tersebut dihapus.
“Vidionya suruh hapus sampe ada TNI kerumah,” tulis keterangan dalam unggahan story-nya.
Tak lama berselang, video kritik tersebut benar-benar menghilang dan sudah tidak dapat ditemukan lagi di profil akun TikTok @sitizubaedah82.
Hal ini memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen terkait dugaan intimidasi terhadap pengunggah.
Respons warganet pun bermunculan di kolom komentar dan berbagai platform media sosial.
Banyak netizen menyampaikan dukungan kepada sang kreator dan menilai kritik yang disampaikan justru penting sebagai bahan evaluasi agar program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai dengan standar kualitas yang dijanjikan pemerintah.
“Awas jangan ada yang bilang tidak bersyukur. Video seperti ini dibuat supaya ada evaluasi dari pihak MBG,” tulis salah satu warganet di kolom komentar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa setempat maupun pihak penyelenggara program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kabupaten Pandeglang terkait insiden tersebut.***
