Bogordaily.net – Pengguna Instagram diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap email yang meminta pengaturan ulang atau reset kata sandi akun.
Peringatan ini mencuat seiring adanya laporan dari sejumlah pengguna yang mengaku menerima email permintaan perubahan kata sandi, meski mereka tidak pernah mengajukan permintaan tersebut.
Pemberitahuan mencurigakan itu disebut muncul di tengah proses investigasi terkait dugaan kebocoran data Instagram yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap ke publik.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna media sosial tersebut.
Email yang diterima pengguna tampak dikirim dari alamat resmi Instagram. Di dalamnya terdapat peringatan bahwa platform telah menerima permintaan untuk mengubah kata sandi akun terkait.
Pada pesan tersebut, pengguna diberikan dua opsi, yakni segera mengubah kata sandi atau memberi tahu pihak pengirim apabila permintaan tersebut bukan berasal dari pemilik akun.
Meski terlihat meyakinkan, banyak pihak mengingatkan agar pengguna tidak langsung mengklik tautan yang terdapat dalam email semacam itu.
Sebab, modus serupa kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencuri data atau menyebarkan perangkat lunak berbahaya.
Mengutip pernyataan Malwarebytes, sebagian besar email yang diduga berkaitan dengan laporan kebocoran data siber berpotensi menjadi sarana penyebaran malware dan virus komputer.
Email tersebut sering kali dirancang menyerupai pesan resmi untuk mengecoh korban agar tanpa sadar memberikan akses ke akun mereka.
Berdasarkan laporan terkini, Instagram diperkirakan mengalami serangan siber pada awal tahun 2025.
Serangan tersebut diduga menimbulkan risiko kebocoran data profil dari beberapa juta akun pengguna, yang berpotensi jatuh ke tangan peretas.
Malwarebytes juga telah mengumumkan adanya indikasi pengumpulan informasi sensitif milik pengguna.
Data yang diyakini berhasil dikumpulkan mencakup nama pengguna, alamat, nomor telepon, serta alamat email.
Informasi-informasi tersebut berisiko disalahgunakan untuk berbagai kejahatan digital, mulai dari penipuan hingga pengambilalihan akun.
Meski isu ini telah menjadi perhatian luas, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Meta, selaku induk perusahaan Instagram, terkait dugaan kebocoran data tersebut. Absennya pernyataan resmi membuat pengguna diminta untuk lebih berhati-hati dan mengamankan akun secara mandiri.
Di tengah situasi ini, para pengguna disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan dari email mencurigakan, memeriksa kembali alamat pengirim, serta mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor demi melindungi akun dari akses tidak sah.***
