Bogordaily.net – Dalam dunia otomotif, terdapat dua jenis ban yang paling umum digunakan, yakni ban tubeless dan ban biasa (tube type).
Sekilas keduanya tampak serupa, namun dari sisi teknologi, kenyamanan, hingga faktor keselamatan, kedua jenis ban ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Perbedaan Sistem Penahan Udara
Perbedaan paling mendasar terletak pada cara masing-masing ban menahan udara. Ban tubeless tidak menggunakan ban dalam.
Sebagai gantinya, bagian dalam ban dilapisi karet khusus atau cairan sealant yang berfungsi menjaga kerapatan antara ban dan velg.
Saat tertusuk benda tajam seperti paku, lapisan ini akan otomatis menutup lubang sehingga tekanan udara tidak langsung hilang.
Sementara itu, ban biasa sepenuhnya bergantung pada ban dalam untuk menampung udara. Ban luar hanya berfungsi sebagai pelindung dan pemberi traksi.
Jika ban dalam bocor, udara akan keluar dengan cepat dan menyebabkan ban kempes secara mendadak.
Struktur dan Komponen
Dari sisi mekanis, ban tubeless memiliki struktur yang lebih sederhana. Ban ini hanya terdiri dari ban itu sendiri dan velg khusus yang kedap udara, sehingga proses pemasangan dan perawatannya relatif lebih praktis.
Sebaliknya, ban biasa memiliki lebih banyak komponen, yakni ban luar, ban dalam, velg, flap atau selendang ban, serta lock ring.
Banyaknya komponen tersebut membuat proses servis atau penggantian ban menjadi lebih rumit dan memakan waktu.
Ketahanan dan Kenyamanan Berkendara
Ban tubeless dirancang dengan struktur yang lebih kaku dan kokoh, sehingga cocok untuk perjalanan jarak jauh dan berkendara pada kecepatan tinggi. Stabilitasnya juga lebih baik saat melaju di jalan raya.
Namun, dari sisi kenyamanan, ban biasa memiliki keunggulan tersendiri. Kehadiran ban dalam berfungsi sebagai bantalan tambahan yang mampu meredam getaran, sehingga terasa lebih empuk saat digunakan pada kecepatan rendah atau melintasi jalan yang relatif halus.
Faktor Keselamatan
Aspek keselamatan menjadi salah satu keunggulan utama ban tubeless. Jika tertusuk paku, ban tidak langsung kempes.
Pengendara masih memiliki waktu untuk menepi atau mencari bengkel terdekat. Proses perbaikannya pun cukup praktis, karena dapat ditambal dari luar tanpa harus melepas ban dari velg.
Berbeda dengan ban biasa yang bersifat lebih reaktif. Kebocoran pada ban dalam bisa membuat tekanan udara hilang dalam hitungan detik, sehingga berisiko jika terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Perbaikannya juga lebih kompleks karena ban harus dibongkar sepenuhnya.
Bobot dan Konsumsi Bahan Bakar
Ban biasa umumnya memiliki bobot lebih berat karena terdiri dari lapisan ban luar dan ban dalam. Bobot tambahan ini dapat memengaruhi beban kerja mesin.
Sebaliknya, ban tubeless yang lebih ringan membantu roda berputar dengan beban lebih kecil. Hal ini berkontribusi pada pengendalian yang lebih responsif dan secara teori dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.
Kesesuaian Velg
Sebelum beralih ke ban tubeless, pengendara perlu memastikan jenis velg yang digunakan. Velg racing atau cast wheel sangat ideal untuk ban tubeless karena desainnya rapat dan tidak memiliki lubang jari-jari.
Sementara itu, velg jari-jari umumnya digunakan untuk ban biasa. Jika ingin memasang ban tubeless pada velg jenis ini, diperlukan modifikasi khusus atau penggunaan manset karet tambahan agar udara tidak keluar melalui lubang jari-jari.***
