Saturday, 21 February 2026
HomeKota BogorDedie-Jenal Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan. Apa Hasilnya?

Dedie-Jenal Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan. Apa Hasilnya?

Bogordaily.net – Berbagai indikator capaian kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor Tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor mengalami peningkatan.

Tak hanya itu, tingkat inflasi juga mengalami penurunan. Angka kemiskinan di Kota Bogor turut menurun, termasuk tingkat pengangguran yang juga menunjukkan tren penurunan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa capaian tersebut harus terus ditingkatkan pada tahun berikutnya agar tetap berada pada tren positif.

“Harus terus dikuatkan, jadi tidak boleh kendor. Ini baru tahun pertama dan ada rencana-rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, termasuk pembangunan infrastruktur, serta bidang pendidikan dan sosial,” ujarnya usai melaksanakan rapat pimpinan di Bumi Ageung Batutulis, Jumat (20/2/2026).

Sehingga, sambungnya, indikator tersebut akan menjadi pondasi untuk melangkah lebih baik ke depannya.

“Dan kita akan membuka lapangan kerja sebagai salah satu prioritas ke depan. Peningkatan lowongan pekerjaan ini harus diikuti dengan kemudahan perizinan, jadi memang ada keterkaitan satu dengan yang lain. Makanya tadi kami kumpulkan dan semua sepakat untuk terus menggelorakan semangat untuk Bogor yang lebih baik lagi ke depan,” ucap Dedie Rachim.

Ia menambahkan, berkaca dari tahun 2025, pada tahun 2026 ini akan dilakukan perbaikan data terpadu untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan.

Pasalnya, selama ini telah banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat, baik dari pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah daerah. Namun, bantuan tersebut masih terpecah-pecah, sehingga satu keluarga hanya menerima satu jenis bantuan.

“Contohnya, program PKH, kalau datanya tidak sinkron maka penerima PKH adalah keluarga A, kemudian penerima PBI keluarga B, kemudian Kartu Indonesia Pintar keluarga C, kemudian bantuan beras keluarga D. Nah, kita inginnya kalau datanya betul, bisa dipertanggungjawabkan dan valid, maka yang akan diintervensi adalah satu keluarga, sehingga dalam kurun waktu tertentu dia bisa terdegradasi, bisa keluar dari prasejahtera ke sejahtera,” ujarnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here