Bogordaily.net – Panitia Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF–CGM) 2026 menargetkan sebanyak 30–40 ribu pengunjung hadir selama rangkaian perayaan Cap Go Meh yang tahun ini digelar bertepatan dengan bulan suci Ramadhan di kawasan Suryakencana, Kota Bogor.
Ketua Pelaksana BSF–CGM 2026, Arifin Himawan, mengatakan momentum pertemuan tradisi Cap Go Meh dengan suasana Ramadhan justru menjadi nilai lebih bagi festival tahun ini, yang dikemas dengan tema “Harmony in Diversity” atau harmonis dalam keberagaman.
“Menurut saya, momen CGM di bulan Ramadhan ini adalah momen yang terbaik, di mana dua kegiatan kita rangkum dalam satu kegiatan yang sama, satu bicara soal budaya dan satu bicara soal agama atau religi,” ujar Arifin di Bogor.
Ia menegaskan, penyelenggaraan Cap Go Meh di tengah umat Muslim menjalankan ibadah puasa sekaligus menjadi bukti bahwa Kota Bogor mampu merawat toleransi dan menerima perbedaan dalam satu ruang publik yang sama.
“Momen ini kita kemas dengan tema Harmony in Diversity, yang menunjukkan bahwa Bogor adalah kota yang toleran, kota yang bisa menerima perbedaan, yang bisa bersama-sama walaupun berbeda dalam satu tujuan,” katanya.
Arifin menjelaskan, rangkaian BSF–CGM 2026 pada 1–3 Maret akan diisi Pasar Malam Tempoe Doeloe yang menjadi pusat keramaian di kawasan Suryakencana.
Pasar malam ini dibagi menjadi tiga zona utama, masing-masing bernuansa Imlek dan Cap Go Meh, bernuansa Kopi Legend, serta bernuansa Ramadhan.
Di zona Kopi Legend, panitia menonjolkan keberadaan perusahaan-perusahaan kopi tua asal Kota Bogor yang telah berdiri puluhan hingga mendekati seratus tahun.
Sementara zona Ramadhan diisi suasana khas bulan puasa, termasuk kuliner untuk berbuka dan ornamen bernuansa religius.
“Kita bikin tiga kelompok itu, sehingga suasana itu tetap ada kebersamaannya,” ujar Arifin.
Terkait skala kegiatan, ia mengakui perayaan tahun ini tidak sebesar beberapa tahun sebelumnya yang sempat diperkirakan menembus 100 ribu pengunjung.
Namun, dengan keberadaan pasar malam dan penyesuaian jadwal, panitia tetap optimistis estimasi 30–40 ribu pengunjung akan tercapai.
“Walaupun event-nya tidak sebesar tahun lalu, melihat pengunjungnya, kita harapkan pengunjungnya kalau bisa seperti tahun lalu. Dan kalau saya perkirakan mungkin tahun ini ya sekitar 30–40 ribu orang sih pasti ada lah ya,” ujarnya.
Karena digelar di bulan Ramadhan, panitia juga membatasi durasi kegiatan malam hari agar tidak mengganggu warga yang harus mempersiapkan sahur. Puncak acara Cap Go Meh dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan shalat tarawih, sekitar pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.
“Acara ini kita akan laksanakan setelah tarawih. Jadi antara tarawih selesai jam 9 sampai jam 11 itu kan tidak terlalu lama, sehingga acaranya tidak terlalu banyak dan sebelum jam 12 kita selesai, mengingat warga masyarakat harus sahur untuk mempersiapkan puasa berikutnya,” kata Arifin.
Dari sisi pemerintah daerah, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Bogor, Iceu Pujiati, menegaskan Pemkot Bogor akan terus mendukung penyelenggaraan Cap Go Meh sebagai agenda budaya sekaligus penggerak ekonomi. Ia berharap festival ini memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Pemerintah Kota Bogor insya Allah selalu men-support kegiatan Cap Go Meh ini. Kami berharap event Cap Go Meh ini memberi peningkatan terhadap ekonomi masyarakat, peningkatan para UMKM yang berpartisipasi atau berkolaborasi di dalam event kegiatan ini, sekaligus menarik ribuan wisatawan, baik dari Kota Bogor maupun luar kota,” ujar Iceu.
Untuk mendorong capaian kunjungan, panitia memanfaatkan berbagai saluran promosi, mulai dari media sosial, dukungan Kementerian Pariwisata di tingkat nasional, hingga peliputan media massa.
Menurut Arifin, bahkan sebelum konferensi pers digelar, masyarakat sudah lebih dulu banyak menanyakan kepastian pelaksanaan festival.
“Bahkan sebelum kita lakukan ini, masyarakat sudah bertanya, sudah ingin tahu. Cuma kami belum mau menyampaikan secara clear karena dalam proses persiapan. Alhamdulillah kita sudah konkretkan atas dukungan berbagai pihak dan pemerintah, sehingga hari ini kita mengadakan press conference,” katanya.
Panitia dan Pemkot Bogor berharap, selain menjadi hiburan dan daya tarik wisata, perayaan Cap Go Meh di bulan Ramadhan tahun ini dapat semakin meneguhkan citra Bogor sebagai kota yang toleran, sekaligus menjadi ruang kebersamaan yang menggerakkan ekonomi warga melalui kehadiran pasar malam dan UMKM lokal.***
(Abizar)
