Bogordaily.net – Rilisan terbaru dokumen Epstein Files kembali memicu perhatian publik global. Departemen Kehakiman Amerika Serikat secara resmi membuka sekitar tiga juta dokumen baru dari total enam juta arsip yang berkaitan dengan kasus predator seksual Jeffrey Epstein.
Dokumen-dokumen tersebut menyeret kembali sejumlah nama besar dunia, mulai dari Bill Gates, Pangeran Andrew, Elon Musk, hingga mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Tak hanya itu, Indonesia juga ikut disebut dalam ribuan arsip yang kini dapat diakses publik.
Dalam dokumen tersebut, Bali dan Jakarta tercatat sebagai wilayah yang pernah dikunjungi Epstein. Berdasarkan penelusuran kata kunci “Indonesia”, terdapat 902 dokumen dengan berbagai konteks pembahasan.
Sebagian besar arsip berkaitan dengan aktivitas administratif, seperti pengiriman barang, invoice, serta dokumen lampiran ke Amerika Serikat.
Namun, sejumlah file lainnya memuat Indonesia sebagai referensi dalam laporan ekonomi, artikel media internasional, hingga bahan briefing lembaga keuangan global.
Salah satu dokumen yang mencantumkan Indonesia adalah laporan JP Morgan tahun 2014 yang membahas situasi politik dan ekonomi nasional, termasuk hasil Pemilihan Presiden yang dimenangkan Joko Widodo.
Dalam laporan tersebut, JP Morgan menyoroti stabilitas politik Indonesia dan optimisme terhadap reformasi struktural yang berdampak positif pada pasar saham.
Selain itu, terdapat pula artikel Channel NewsAsia berjudul “Terror cells in Indonesia continue to recruit and plot attacks amid COVID-19” yang dimasukkan sebagai lampiran dokumen bertanggal Januari 2021.
Nama Indonesia juga muncul dalam buletin internasional dan daily briefing, termasuk publikasi The Shimon Post yang membahas dinamika politik Indonesia, terutama kejatuhan Presiden Soeharto, sebagai perbandingan dengan situasi politik di Timur Tengah.
Dalam arsip terpisah, nama Hary Tanoesoedibjo tercantum dalam laporan FBI berlabel unclassified tertanggal Oktober 2020.
Laporan tersebut merupakan catatan FBI berdasarkan informasi dari confidential human sources (CHS) terkait dugaan pengaruh domestik dan asing terhadap proses pemilu Amerika Serikat.
Dokumen itu menyebut keterlibatan Hary Tanoesoedibjo dalam pengembangan hotel milik Trump serta transaksi pembelian rumah Trump di Beverly Hills.
Laporan tersebut juga menyinggung relasi Trump dengan sejumlah tokoh internasional dalam konteks kepentingan politik global.
Selain itu, sebagian dokumen Epstein Files juga mencantumkan korespondensi antara manajer hotel di Bali dengan individu yang disebut terafiliasi dengan Jeffrey Epstein, meski tanpa penjelasan rinci mengenai konteks atau aktivitasnya.***
