Bogordaily.net – LPG satu harga bakal segera diterapkan pemerintah mulai tahun ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan kebijakan LPG 3 kilogram (kg) satu harga akan diuji coba secara terbatas di dua wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari aturan baru terkait penyaluran LPG agar lebih tepat sasaran.
Salah satu poin utamanya adalah penerapan satu harga LPG per wilayah untuk menghilangkan disparitas harga di tingkat konsumen.
Menurut Laode, pemerintah tidak ingin gegabah menerapkan kebijakan ini secara nasional sekaligus. Oleh karena itu, uji coba dilakukan lebih dulu untuk mengantisipasi potensi kekacauan di lapangan.
“Kita akan menggunakan piloting area. Piloting area itu kita belajar pada kasus Februari kemarin. Ada satu aturan yang baru muncul, langsung berlaku seluruh Indonesia terus chaos,” ujar Laode dalam tayangan YouTube Kementerian ESDM Bukan Abuleke, dikutip Senin (9/2/2026).
Melalui skema LPG satu harga, pemerintah menilai penerapan bertahap menjadi langkah krusial.
Laode menegaskan, meski dilakukan secara uji coba, kebijakan ini tetap akan mulai dijalankan pada tahun ini.
“Nah, sekarang kita nanti begitu dimulai, kita ada enam bulan latihan dulu nih di Jakarta Selatan, Jakarta Timur. Sebelum kita masuk ke daerah-daerah yang lain,” jelasnya.
Kebijakan LPG 3 kg satu harga juga akan dibarengi dengan kewajiban pembelian menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Saat ini, Kementerian ESDM menyebut PT Pertamina (Persero) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengantongi data kelompok masyarakat yang berhak menerima LPG bersubsidi.
Ke depan, penerapan LPG satu harga akan terus dievaluasi selama masa uji coba berlangsung. Pemerintah akan memetakan berbagai tantangan dan kekurangan kebijakan sebelum memperluas implementasinya ke daerah lain.
“Jadi kita melakukan itu sambil kita pelajari. Kita lihat apa tantangannya begitu kita jalankan. Piloting itu penting. Jadi harus ada tahapannya,” pungkas Laode.***
