Bogordaily.net – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Bogor mulai merangkak naik menjelang Ramadan. Kenaikan paling terasa terjadi di Pasar Anyar, Selasa (17/2/2026), terutama pada komoditas cabai, ayam potong, dan daging sapi.
Pedagang sayur dan cabai di Pasar Anyar, Rudi, mengatakan lonjakan harga sudah terjadi dalam empat hari terakhir dan diperkirakan masih berlanjut.
“Harga sayur-sayuran sekarang lagi naik, sudah empat hari ini. Rawit merah yang kemarin Rp100 ribu sekarang jadi Rp140 ribu per kilo. Cabai merah sama cabai keriting dari Rp60 ribu sekarang Rp80 ribu,” ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan pola tahunan. Meski harga cabai rawit melonjak tinggi, pembeli tetap datang meski dengan jumlah lebih sedikit.
“Paling mereka belinya eceran, Rp10 ribu atau Rp15 ribu. Mereka tetap beli karena butuh, daripada nggak ada,” ucapnya.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas daging sapi. Pedagang daging di Pasar Anyar, Ridwan, menyebut harga daging super kini berada di kisaran Rp145 ribu per kilogram, sementara has dalam mencapai Rp150 ribu per kilogram.
“Kenaikannya kisaran Rp5 ribu sampai Rp10 ribu sejak tanggal 14 kemarin. Dari RPH-nya juga sudah naik. Kalau pelanggan pasti ngeluh, apalagi pelaku usaha makanan,” katanya.
Ridwan menambahkan, stok daging sebenarnya masih tersedia, namun persaingan antar pedagang untuk mendapatkan pasokan semakin ketat.
“Cari barang nggak susah, cuma rebutan saja sama pedagang lain. Jadi harus hubungi pedagang sapi dari awal,” tuturnya.
Sementara itu, pedagang ayam potong, Ari, mengungkapkan harga ayam juga mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
“Naiknya sekitar Rp7 ribu sampai Rp8 ribu per kilo. Tadinya Rp40 ribu, sekarang jadi Rp45 ribu. Naiknya sudah hampir tiga harian ini,” jelasnya.
Meski harga naik, Ari justru mencatat terjadi penurunan jumlah pembeli.
“Kalau untuk pembeli sendiri, sekarang malah mengalami penurunan banyak,” ujarnya.
Terpisah, pantauan di Pasar Jambu Dua menunjukkan tren serupa. Pedagang cabai, Aldi, menyebut cabai rawit menjadi komoditas dengan kenaikan paling tajam.
“Di antara cabe-cabean, cabe rawit paling naik. Sekarang Rp100 ribu per kilo, kemarin sempat sampai Rp130 ribu dan ada kemungkinan bisa naik lagi jelang Ramadan,” ucapnya.
Salah seorang pembeli, Yanti, mengaku mulai merasakan kenaikan harga pada berbagai kebutuhan dapur.
“Iya, harga bahan pokok memang sudah mulai naik. Biasanya kalau mau dekat Ramadan pasti naik semua,” tuturnya.
Para pedagang memprediksi harga bahan pokok masih berpotensi berfluktuasi hingga memasuki Ramadan dan menjelang Lebaran.***
