Bogordaily.net – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi Indonesia, tidak sedikit desa yang berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai inisiatif.
Salah satunya adalah Desa Mangga Dua yang terletak di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatra Utara, yang baru saja memulai langkah besar dengan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua.
Koperasi ini bukan hanya sekadar wadah perekonomian lokal, tetapi juga simbol harapan bagi masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup dan menciptakan kemandirian ekonomi.
Proses pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih dimulai dengan sebuah musyawarah desa yang melibatkan perwakilan masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa.
Serma Budi Santoso, Babinsa Mangga Dua, menjelaskan bahwa tanah yang kini menjadi lokasi pembangunan koperasi awalnya adalah lahan kosong yang digunakan untuk menanam ubi oleh warga. Tanah tersebut diperoleh melalui izin pakai dari Kementerian Pertanian, yang kemudian diubah menjadi lokasi yang strategis untuk pengembangan koperasi.
Menurut Serma Budi Santoso, TNI berperan sebagai fasilitator dalam pembangunan ini. Mereka mendampingi dan memastikan kelancaran pembangunan, serta memberikan dukungan moral dan fisik bagi warga. Keberadaan TNI dalam proyek ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat negara, serta meningkatkan rasa gotong royong dalam mencapai tujuan bersama.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mendukung program pemerintah ini. Kita berharap Koperasi Merah Putih ini menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ujarnya.
Saat ini, pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih sudah mencapai 98,61% dan ditargetkan selesai pada awal Februari. Setiap pihak yang terlibat, baik dari pengurus koperasi maupun warga, berharap bahwa koperasi ini akan segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Budi Santoso, Kepala Desa Mangga Dua, menambahkan bahwa koperasi ini tidak hanya akan menjadi tempat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal seperti hasil pertanian, khususnya padi.
Dengan kehadiran koperasi, diharapkan masyarakat bisa menikmati harga yang lebih terjangkau dan mendapat akses lebih mudah ke berbagai produk kebutuhan hidup.
*Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Harapan Pengurus dan Warga*
Sementara itu Bendahara Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua, Khairuddin, mengungkapkan bahwa tujuan utama mereka adalah untuk memajukan ekonomi desa dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
“Kami berharap koperasi ini bisa menjadi tempat bagi warga untuk saling berbagi hasil usaha, baik dalam bentuk barang maupun jasa,” ujarnya.
Selain itu, anggota koperasi juga berharap Koperasi Desa Merah Putih ini dapat menyediakan kebutuhan khusus bagi petani seperti pupuk, alat pertanian, serta produk pangan lokal.
Hari Prasetyo, salah seorang anggota koperasi, menambahkan bahwa koperasi ini akan sangat membantu warga desa yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk berbelanja.
“Dengan adanya koperasi ini, kami tidak perlu lagi pergi jauh-jauh ke kota. Kami bisa membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Meskipun proses pembangunan tidak mengalami kendala besar, tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan keberlanjutan koperasi dalam jangka panjang.
Kepala Desa Mangga Dua berharap bahwa koperasi ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi juga mampu mengangkat perekonomian desa secara berkelanjutan.
“Harapan kami, koperasi ini bisa berkembang menjadi contoh bagi desa-desa lain. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan bergotong royong, kita bisa mencapai kemandirian ekonomi,” ujar Budi Santoso.
*Respon Masyarakat: Harapan untuk Masa Depan*
Warga Desa Mangga Dua, seperti Suryani, seorang ibu rumah tangga berusia 39 tahun, mengungkapkan antusiasmenya terhadap koperasi ini.
“Saya sangat berharap koperasi ini bisa menyediakan barang-barang kebutuhan rumah tangga dengan harga yang terjangkau. Selain itu, saya juga berharap ada obat-obatan dan barang-barang kesehatan di sini,” tuturnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Hari Prasetyo, seorang petani yang aktif sebagai anggota koperasi. Dia berharap koperasi dapat menyediakan alat pertanian yang dibutuhkan oleh petani, serta memberikan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan pasar.
Dengan berbagai harapan dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua diharapkan dapat menjadi pilar ekonomi yang kokoh dan berdampak luas bagi kesejahteraan warga. Dengan anggota yang terus berkembang dan semangat gotong royong yang tinggi, koperasi ini berpotensi untuk menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengelola ekonomi berbasis kemandirian.
Ke depan, dengan operasional yang dijadwalkan dimulai pada pertengahan Februari, Koperasi Desa Merah Putih Mangga Dua diharapkan mampu mendorong perekonomian lokal, memberikan akses yang lebih mudah dan murah bagi kebutuhan masyarakat, serta menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Sebagai wadah yang “oleh kita, untuk kita,” koperasi ini bukan hanya sekadar tempat transaksi, tetapi juga simbol persatuan dan semangat bersama dalam membangun ekonomi desa.***
