Bogordaily.net – Upaya pengendalian penyakit tidak menular terus menjadi prioritas sektor kesehatan nasional.
Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah kanker, penyakit yang kerap terdeteksi pada stadium lanjut sehingga menurunkan peluang kesembuhan.
Melalui kampanye bertajuk “Mari Cegah dan Kenali Kanker”, RSUD Kota Bogor mengajak masyarakat untuk lebih waspada serta proaktif menjaga kesehatan sejak dini.
Dalam materi sosialisasi yang disampaikan, dijelaskan bahwa kanker muncul akibat pertumbuhan sel tubuh yang berkembang secara tidak normal dan tidak terkendali.
Sel-sel abnormal tersebut bukan hanya merusak jaringan di sekitarnya, tetapi juga dapat menyebar ke organ lain melalui proses yang dikenal sebagai metastasis.
Kondisi inilah yang membuat kanker menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat.
Enam Cara Mencegah Kanker
Sebagai langkah preventif, RSUD Kota Bogor menekankan enam upaya utama pencegahan kanker yang dapat dilakukan masyarakat, yaitu:
1. Kenali kanker, dengan memahami faktor risiko dan gejalanya.
2. Aktivitas fisik, secara rutin untuk menjaga kebugaran tubuh.
3. Deteksi dini kanker melalui pemeriksaan kesehatan berkala.
4. Skrining sesuai jenis kanker dan kelompok risiko.
5. Berhenti merokok, guna menurunkan risiko berbagai jenis kanker.
6. Batasi konsumsi alkohol yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal.
Selain itu, upaya pencegahan juga diperkuat dengan vaksinasi HPV, pemeriksaan Pap smear, penerapan pola makan sehat, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pencegahan dan deteksi dini merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker.
Dengan mengenali faktor risiko sejak awal dan menerapkan gaya hidup sehat, peluang kesembuhan akan semakin besar apabila kanker terdeteksi lebih dini.
Melalui kampanye ini, RSUD Kota Bogor berharap masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, serta tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit kanker.
