Bogordaily.net – Tidak ada aba-aba. Langit di atas Stadion Gelora Pakansari, Cibinong, Kamis (12/2/2026), sebenarnya tidak tampak terlalu mengancam.
Tidak ada sirene. Tidak ada peringatan panjang. Lalu angin itu datang. Kencang. Menggulung.
Orang-orang di sekitar kawasan Laga Tangkas mendadak berhamburan. Sebagian berlari mencari tempat berlindung. Sebagian lagi terpaku. Debu beterbangan. Atap bergetar. Beberapa bagian bangunan tak mampu bertahan.
Angin itu tidak lama. Tapi cukup untuk membuat panik.
Terjangan angin dilaporkan merusak sejumlah bagian bangunan di sekitar kawasan stadion. Material ringan terangkat. Beberapa properti bergeser. Warga yang sedang beraktivitas siang itu memilih menjauh.
Kondisi terkini atap Stadion Pakansari ikut rusak setelah diterjang badai dahsyat itu.
Pakansari memang lapang. Terbuka. Bila angin datang dengan kecepatan tinggi, tak banyak yang bisa menghalangi lajunya. Ia seperti menemukan jalur bebas.
Cuaca belakangan ini memang sulit ditebak. Siang bisa terasa tenang. Sore berubah ganas. Bogor yang identik dengan hujan kini juga akrab dengan embusan angin ekstrem.
Apakah ini sekadar angin lewat? Ataukah pertanda musim yang makin tidak ramah?
Yang jelas, Kamis itu, warga Laga Tangkas tahu satu hal: alam selalu punya cara untuk mengingatkan manusia agar tidak merasa terlalu aman.***
