Monday, 16 February 2026
HomeKota BogorWali Kota Dedie A. Rachim Targetkan Bogor Jadi Kota Pertama Terapkan Waste...

Wali Kota Dedie A. Rachim Targetkan Bogor Jadi Kota Pertama Terapkan Waste to Energy

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor bersama Kementerian Lingkungan Hidup resmi meluncurkan Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai tindak lanjut instruksi langsung Presiden RI Waste to Energy, melalui aksi kerja bakti (korpe) massal di lapangan parkir Botani Square, Senin pagi, 16 Februari 2026.

Kehadiran Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurrofiq dan Wakil Menteri LH di tengah ribuan peserta memberikan suntikan semangat baru bagi tata kelola sampah di Kota Hujan.

Lebih dari 1.030 personel gabungan TNI, Polri, serta elemen masyarakat bahu-membahu membersihkan jalur utama, mulai dari kawasan Botani Square menyisir Surya Kencana hingga titik akhir di Balai Kota Bogor.

Dalam arahannya, Menteri LH Hanif memberikan predikat bagi Bogor sebagai kota dengan tata kelola sampah terbaik.

Ia menegaskan bahwa, aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi nyata instruksi presiden yang harus dihidupkan seluruh elemen.

“Bogor adalah kota yang asri, apalagi jika benar-benar bersih dari sampah. Lewat Indonesia ASRI ini, TNI dan Polri digerakkan langsung oleh Bapak Presiden untuk memastikan lingkungan kita sehat. Saya bangga melihat antusiasme masyarakat dan media yang ikut apel hari ini,” ujar Hanif.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut optimistis sinergi pusat dan daerah tersebut.

Ia memaparkan bahwa Bogor telah memiliki 170 bank sampah dan 30 titik TPS 3R, yang mampu mereduksi timbulan sampah kota sebesar 20 hingga 35 persen.

“Komitmen kita tidak boleh kendur. Tahun ini, berkat inisiasi Bapak Menteri, Bogor siap mencetak sejarah sebagai kota pertama yang menerapkan teknologi Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi listrik,” tegas Dedie.

Dedie juga mengungkapkan perkembangan proyek strategis PSEL Galuga yang kini memasuki tahap penentuan pemenang tender oleh Danantara bersama sejumlah kementerian terkait.

Ia berharap peletakan batu pertama (groundbreaking) dapat segera dilakukan sebagai solusi permanen persoalan sampah.

Sebagai langkah keberlanjutan, aksi korpe ini akan dipatenkan menjadi agenda rutin dua kali sepekan, setiap Senin dan Jumat, sesuai arahan Menteri Dalam Negeri.

Para camat dan lurah diminta menjadi ujung tombak pelaksanaan di wilayah masing-masing.

“Lurah sebagai ‘Wali Kota Kecil’ harus mampu menurunkan kebijakan ini hingga ke unit terkecil masyarakat. Kita ingin gerakan ini menjadi budaya besar di Bogor,” imbuhnya.

Gerakan Indonesia ASRI ini merupakan kelanjutan dari aksi serupa yang sebelumnya menormalisasi kawasan Jalan Bata, Jalan Roda, hingga Lawang Saketeng.

Setelah ini, Pemkot Bogor membidik kawasan Pasar Anyar untuk direlokasi dan dibersihkan guna mewujudkan visi Bogor Bersih, Bogor Sehat, Bogor Asri.(Abizar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here