Bogordaily.net – Dalam menyemarakkan Ramadan 2026, Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengunjungi Pulo Geulis, yang dikenal sebagai Kampung Toleran di Kota Bogor. Kawasan ini terkenal karena warga keturunan Tionghoa dan Muslim hidup rukun dan harmonis sejak dahulu.
Di tengah permukiman yang padat, berdiri Kelenteng Phan Ko, kelenteng tertua di Kota Bogor, yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Pada Ramadan kali ini, Kelenteng Phan Ko bekerja sama dengan Yayasan Desa Inklusi menyelenggarakan buka puasa bersama. Wali Kota Bogor hadir dalam acara tersebut, berbuka puasa bersama para tokoh masyarakat, perwakilan perangkat daerah (OPD), dan warga sekitar.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga menyerahkan santunan sosial kepada warga lanjut usia dan anak-anak yatim. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa kerukunan dan kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui kebersamaan.
Kelenteng Phan Ko bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha, Tao, dan Konghucu, tetapi juga menyediakan musala yang dapat digunakan umat Muslim untuk menunaikan salat.
Suasana hangat dan kekeluargaan terlihat dari interaksi warga lintas agama yang saling menghormati dan mendukung kegiatan bersama.
Selain itu, Wali Kota Bogor menyempatkan diri mengunjungi warga lanjut usia untuk memastikan mereka mendapat perhatian, sekaligus meninjau rumah warga yang tidak layak huni sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan sosial.
“Tidak ada yang dirugikan dengan sikap toleransi. Tidak ada yang merasa menang atau kalah. Semua milik kita bersama dan mudah-mudahan ini menjadi simbol utama Kota Bogor yang bukan hanya toleran, tetapi juga guyub dan saling menjaga silaturahmi,” ujar Dedie pada Senin 23 Februari 2026.
Direktur Yayasan Desa Inklusi Lazyra Amadea menegaskan Pulo Geulis ini miniatur keberagaman di Kota Bogor, momen ramadan ini bisa jadi memperat tali silaturahmi antar umat beragama.
“Jadi targetnya kegiatan bisa dilakukan di 6 kecamatan di Kota Bogor, harapannya bisa membawa kepedulian dan kerukunan terus terjaga,” katanya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat tarawih keliling bersama warga di Masjid Baitul Maghfiroh, Kampung Padabenghar.
Kehadiran Wali Kota dan partisipasi warga menegaskan pentingnya nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga dan ditingkatkan di Kota Bogor.***
