Friday, 20 March 2026
HomeNasionalAkses Masjid Al-Aqsa Ditutup Total di Hari Idul Fitri, Jemaah Palestina Salat...

Akses Masjid Al-Aqsa Ditutup Total di Hari Idul Fitri, Jemaah Palestina Salat di Jalan

Bogordaily.net – Sebuah peristiwa yang mengguncang perhatian dunia terjadi di Yerusalem. Untuk pertama kalinya sejak 1967, akses menuju Masjid Al-Aqsa ditutup sepenuhnya oleh otoritas Israel tepat pada hari raya Idul Fitri, Jumat 20 Maret 2026.

Kebijakan ini memicu duka mendalam bagi umat Muslim, terutama bagi warga Palestina yang seharusnya merayakan hari kemenangan dengan melaksanakan salat Id di salah satu situs paling suci dalam Islam tersebut.

Alih-alih berkumpul di dalam kompleks Al-Haram Al-Sharif, ratusan jemaah justru tertahan di pintu masuk Kota Tua. Aparat keamanan Israel dilaporkan menjaga ketat seluruh akses, membuat warga tidak dapat memasuki area masjid.

Situasi tersebut memaksa banyak jemaah menggelar salat Id di luar tembok kota, menggunakan trotoar hingga jalan berbatu sebagai tempat ibadah darurat.

Penutupan ini dinilai sebagai langkah yang memperkuat kontrol atas kawasan suci yang juga dikenal oleh umat Yahudi sebagai Temple Mount.

Seorang warga setempat, Hazen Bulbul (48), menyampaikan kekhawatirannya atas peristiwa tersebut. Ia menyebut momen Idul Fitri kali ini sebagai salah satu yang paling kelam dalam hidupnya.

“Saya khawatir ini akan menjadi preseden berbahaya. Mungkin ini yang pertama, tapi bisa jadi bukan yang terakhir. Campur tangan Israel di kota suci ini terus meningkat drastis sejak peristiwa 7 Oktober 2023,” ungkapnya dengan nada getir.

Di lapangan, situasi dilaporkan semakin mencekam. Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi peningkatan penangkapan terhadap staf keagamaan dan jemaah.

Selain itu, insiden masuknya kelompok pemukim ke dalam kompleks masjid juga disebut semakin sering terjadi.

Langkah penutupan ini langsung menuai reaksi keras dari berbagai organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam, Liga Arab, dan Uni Afrika.

Mereka mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan status quo yang selama ini dijaga di Yerusalem.

Israel disebut bertanggung jawab atas dampak keamanan yang ditimbulkan sebagai pihak yang menguasai wilayah tersebut

Akademisi dari Universitas al-Quds, Khalil Assali, menilai kondisi ini sudah melampaui sekadar pembatasan akses.

“Bahkan saat pemuda Palestina mencoba shalat di titik terdekat dengan masjid, mereka dikejar dan diusir paksa oleh aparat. Ini bukan lagi sekadar pembatasan, tapi pengusiran,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here