Bogordaily.net – Menyambut periode arus mudik hingga arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal bagi masyarakat.
Kesiapan ini mencakup penyediaan fasilitas kesehatan siaga, pembentukan pos pelayanan kesehatan sementara di titik keramaian, hingga penguatan sistem penanganan gawat darurat selama masa libur Lebaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan akibat tingginya mobilitas masyarakat selama masa mudik.
Puluhan Rumah Sakit dan Puskesmas Disiagakan
Selama periode arus mudik, hari H Lebaran, hingga arus balik, Dinas Kesehatan Kota Bogor memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah kota.
Sebanyak 22 rumah sakit dan 25 puskesmas disiagakan untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.
Selain itu, layanan Public Safety Center (PSC) 119 juga diaktifkan guna mempercepat penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.
Dalam operasionalnya, sedikitnya 212 tenaga kesehatan dikerahkan untuk mendukung pelayanan di berbagai titik.
Dukungan armada juga disiapkan berupa:
- 25 unit ambulans di puskesmas
- 4 unit ambulans di PSC
- 6 ambulans motor
Armada tersebut diharapkan dapat mempercepat proses evakuasi maupun rujukan pasien ke fasilitas kesehatan terdekat.
Pos Kesehatan Didirikan di Titik Strategis
Selain memaksimalkan fasilitas kesehatan yang sudah ada, Dinas Kesehatan juga mendirikan sejumlah pos pelayanan kesehatan sementara yang disesuaikan dengan lokasi posko kepolisian.
Pos kesehatan tersebut ditempatkan di beberapa titik strategis yang diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat selama masa mudik, antara lain:
- Pos Terminal Baranangsiang (wilayah Bogor Timur)
- Pos Simpang Yasmin (wilayah Tanah Sareal)
- Pos Simpang Bubulak (wilayah Bogor Barat)
- Pos Simpang BORR (wilayah Bogor Utara)
- Pos Eks Bogor Plaza (wilayah Bogor Tengah)
- Pos PDAM (wilayah Bogor Timur)
- Pos Simpang Empang (wilayah Bogor Selatan)
Setiap pos kesehatan dilengkapi tenaga medis yang terdiri dari satu perawat, satu pengemudi ambulans, serta dokter yang bersiaga secara on call.
Adapun jam operasional pos kesehatan dibagi menjadi dua shift, yaitu:
- Shift pertama: pukul 08.00 – 14.00 WIB
- Shift kedua: pukul 14.00 – 21.00 WIB
Dinas Kesehatan juga menyiapkan sistem rujukan berjenjang untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai tingkat keparahan kondisi medis.
Pasien dengan kondisi cedera berat atau kegawatdaruratan, seperti perdarahan hebat, patah tulang terbuka, cedera kepala, luka bakar berat, hingga trauma akibat kecelakaan lalu lintas akan dirujuk langsung ke rumah sakit.
Sementara itu, pasien dengan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium sederhana, observasi medis, atau kebutuhan resep obat tertentu akan dirujuk ke puskesmas.
Puskesmas dengan UGD 24 Jam
Beberapa puskesmas di Kota Bogor juga disiagakan dengan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam, yaitu:
- Puskesmas Pasir Mulya (Korwil Bogor Barat)
- Puskesmas Tanah Sareal (Korwil Tanah Sareal)
- Puskesmas Bogor Timur (Korwil Bogor Timur)
- Puskesmas Bogor Utara (Korwil Bogor Utara)
- Puskesmas Bogor Tengah (Korwil Bogor Tengah)
- Puskesmas Cipaku (Korwil Bogor Selatan)
Selain itu, 21 puskesmas juga disiapkan untuk memberikan layanan persalinan selama 24 jam.
Sementara untuk pelayanan puskesmas reguler selama masa cuti bersama tetap berjalan dengan sistem piket.
Meski pelayanan administratif di kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor akan ditutup pada 18 hingga 24 Maret 2026, layanan pembiayaan kesehatan tetap tersedia secara daring.
Dinas Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pembiayaan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui koordinasi dengan BPJS Kesehatan serta fasilitas kesehatan terkait.
Program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) juga tetap memberikan perlindungan bagi masyarakat miskin Kota Bogor, termasuk dalam kasus tertentu seperti:
- Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)
- Korban kekerasan
- Korban bencana
- Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
- Kejadian luar biasa penyakit tertentu
Selama masa libur Lebaran, penanganan korban kecelakaan lalu lintas juga memiliki mekanisme pembiayaan khusus.
Untuk kecelakaan yang melibatkan lebih dari satu kendaraan, penjamin utama adalah Jasa Raharja dengan plafon maksimal Rp20 juta, sementara BPJS Kesehatan menjadi penjamin lanjutan.
Adapun kecelakaan tunggal dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan dengan syarat kepesertaan aktif serta adanya surat keterangan dari kepolisian.
Selama masa libur Lebaran, Dinas Kesehatan juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah penyakit.
Beberapa penyakit yang menjadi fokus pengawasan antara lain:
- Keracunan makanan
- Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
- Infeksi emerging
Pemantauan dilakukan melalui penguatan sistem surveilans di puskesmas dan rumah sakit serta pelaporan harian kasus suspek penyakit seperti campak.
Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi Bus
Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan mudik, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (KLLAJ).
Skrining kesehatan dilakukan di beberapa pool bus seperti:
- Pool Bus Lorena
- Pool Bus Murnijaya Bubulak
- Pool Bus Sinar Jaya
- Pool Bus Gunung Harta
- Selain itu, pemeriksaan kelaikan berkendara juga dilakukan di:
- Terminal Baranangsiang
- Terminal Bubulak
- Pemeriksaan tersebut meliputi:
- Pengukuran tekanan darah
- Pemeriksaan gula darah
- Tes alkohol
- Tes narkotika melalui urin
- Pemeriksaan kadar kolesterol
Hasil pemeriksaan akan menentukan apakah pengemudi layak berkendara, layak dengan catatan, atau tidak layak berkendara.
Imbauan untuk Masyarakat
Dinas Kesehatan Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan selama masa mudik Lebaran.
Apabila terjadi keadaan darurat atau kecelakaan, masyarakat dapat segera menghubungi PSC 119 untuk mendapatkan pertolongan cepat.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh selama perjalanan dengan cara:
- Beristirahat secara berkala
- Mengonsumsi makanan bergizi
- Minum air putih yang cukup
- Tidak memaksakan diri mengemudi saat lelah atau mengantuk
Masyarakat juga diingatkan untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penularan penyakit selama masa libur Lebaran.
Dengan kesiapan fasilitas kesehatan dan dukungan berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dan aktivitas Lebaran dengan aman serta tetap menjaga kesehatan.
