Thursday, 5 March 2026
HomeEkonomiIHSG Anjlok Makin Dalam, Layar Bursa Memerah Sejak Bel Pembukaan

IHSG Anjlok Makin Dalam, Layar Bursa Memerah Sejak Bel Pembukaan

Bogordaily.net – IHSG anjlok. Tidak sekadar turun. Ia seperti kehilangan pijakan. Angkanya jatuh satu per satu, seperti daun kering di musim kemarau panjang.

Rabu pagi, 4 Maret 2026. Belum genap tengah hari. Tapi layar di ruang-ruang dealing room sudah memerah. Data perdagangan menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok 4,43% ke level 7.588,38 pada pukul 10.27 WIB. Padahal pagi tadi ia masih dibuka di 7.869,37.

Jarak itu tidak kecil. Itu jurang.

Volume transaksi sudah menembus 25 miliar saham. Nilainya Rp 12,88 triliun. Frekuensinya lebih dari 1,5 juta kali transaksi. Angka-angka itu besar. Tapi pasar tak peduli. Yang terlihat hanya satu: tekanan jual.

Sebanyak 702 saham melemah. Hanya 49 yang menguat. Sisanya, 58 saham, diam tak bergerak. Diam pun seperti ikut menahan napas.

Padahal ini bukan luka baru. Sejak Senin (2/3), IHSG sudah tergelincir 2,65% ke 8.016,83. Lalu Selasa (3/3), ia kembali ditutup turun 0,96% ke 7.939,76. Level 8.000 yang dulu terasa dekat, kini menjauh seperti fatamorgana.

Bursa Asia pun sedang tak baik-baik saja. Isu geopolitik memanas. Perang di Timur Tengah, ketegangan Amerika Serikat dan Iran, membuat investor global waspada. Uang memilih berlindung. Risiko dihindari.

Pasar saham Indonesia tak kebal. Dana asing bisa keluar sewaktu-waktu. Investor ritel panik lebih dulu. Mereka menjual sebelum harga makin dalam. Spiral pun terjadi.

Di titik seperti ini, pasar selalu menguji kesabaran. Yang berani akan menyebutnya diskon. Yang trauma akan melihatnya sebagai ancaman.

Namun sejarah bursa selalu berulang. Setiap kejatuhan menyimpan cerita. Setiap kepanikan menciptakan peluang. Tinggal siapa yang kuat bertahan.

Hari ini, ihsg anjlok. Besok? Pasar yang akan menjawabnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here