Bogordaily.net – Mudik gratis Polresta Bogor Kota tahun kembali dilaksanakan lebih serius. Bukan sekadar seremoni menjelang Lebaran. Ada perhitungan, ada skema rute, bahkan ada strategi pengamanan harta benda warga yang ditinggal mudik.
Program mudik gratis Polresta Bogor Kota resmi diluncurkan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Kepolisian ingin memastikan warga Kota Bogor bisa pulang ke kampung halaman dengan lebih aman, lebih tertib, dan tentu saja tanpa harus pusing memikirkan biaya perjalanan.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menyebut program ini sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
Tahun ini kuota yang disediakan tidak terlalu besar. Hanya 300 orang. Mereka adalah pendaftar pertama yang berhasil mengamankan kursi dari lima unit bus yang telah disiapkan.
Rutenya dibagi dua.
Jalur utara menggunakan tiga bus. Tujuannya Semarang. Bus akan melintas dari Cirebon, Brebes, Pemalang, Batang hingga Kendal.
Sementara jalur selatan menggunakan dua bus. Tujuannya Cilacap dan Yogyakarta. Rutenya melalui Bandung, Tasikmalaya, Ciamis hingga Banjar.
Seluruh peserta mudik gratis Polresta Bogor Kota dijadwalkan berangkat pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 15.00 WIB dari Alun-Alun Kota Bogor.
Proses pendaftarannya dibuat sederhana, tapi mengikuti pola zaman sekarang: daring. Calon peserta cukup mendaftar melalui daring bisa dilihat di akun Instagram resmi Satlantas Polresta Bogor Kota.
Syaratnya juga tidak rumit. Peserta harus berdomisili di Kota Bogor dengan melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga. Setelah mendaftar, peserta yang masuk kuota akan dihubungi operator melalui WhatsApp.
Tahap berikutnya adalah verifikasi data langsung di Kantor Polresta Bogor Kota Kedung Halang pada 9 hingga 11 Maret 2026.
Namun program ini tidak hanya soal transportasi.
Polresta Bogor Kota juga membuka layanan penitipan kendaraan gratis bagi warga yang mudik. Kendaraan bisa dititipkan di tujuh lokasi, yakni Markas Polresta Bogor Kota dan enam kantor Polsek di wilayah hukum Kota Bogor.
Kapolresta memastikan seluruh kendaraan yang dititipkan akan berada dalam pengamanan kepolisian.
Langkah ini penting. Banyak warga sering merasa waswas meninggalkan rumah dan kendaraan saat mudik.
Karena itu pengamanan tidak berhenti di sana. Polisi juga akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman yang ditinggal penghuninya.
Patroli dilakukan setiap dua hingga tiga jam sekali.
Tujuannya sederhana: menutup peluang bagi pelaku kriminal yang biasanya memanfaatkan rumah kosong saat musim mudik.
Dengan kombinasi transportasi gratis, penitipan kendaraan, dan patroli rutin, Polresta Bogor Kota berharap tradisi mudik tahun ini bisa dijalani warga dengan perasaan lebih tenang.
Mudik tetap menjadi tradisi. Tapi keamanan kini mulai diurus dengan lebih serius.***
