Tuesday, 24 March 2026
HomeKota BogorMulai Disusun, Pemkot Bogor Siapkan WFH 1 Hari/Minggu

Mulai Disusun, Pemkot Bogor Siapkan WFH 1 Hari/Minggu

Bogordaily.net – Pembelajaran dari energi mahal itu mulai terasa. Bukan di Timur Tengah. Tapi di meja rapat Balai Kota Bogor.

Selasa siang itu, udara di Kota Bogor terasa biasa saja. Namun yang dibahas di dalamnya tidak biasa. Pemerintah Kota Bogor mulai menggodok satu skema: bekerja dari rumah, satu hari dalam sepekan.

Itu bukan sekadar gaya hidup baru. Itu strategi bertahan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut rapat dimulai pukul 13.00 WIB. Agenda utamanya jelas: menindaklanjuti arahan pemerintah pusat.

Arahannya sederhana, tapi dampaknya luas: tekan konsumsi BBM.

Ada benang merah yang ditarik jauh. Sangat jauh. Sampai ke Timur Tengah. Geopolitik di sana, kata Dedie, ikut menentukan pasokan energi ke Indonesia. Dan ujungnya: ke aktivitas harian warga Bogor.

“Pelan-pelan akan kami sampaikan ke masyarakat,” ujar Dedie.

Tidak frontal. Tidak mendadak. Persuasif. Itu kata kuncinya.

Pemerintah kota tidak ingin kebijakan ini terasa seperti paksaan. Tapi sebagai kesadaran bersama. Bahwa energi tidak lagi bisa dianggap murah dan selalu tersedia.

Skemanya masih digodok. Belum final. Tapi bayangannya sudah terlihat.

Sekolah. Kantor pemerintahan. Bahkan sektor swasta. Semua akan ikut.

Satu hari bekerja dari rumah. Enam hari lainnya tetap seperti biasa.

Tapi satu hari itu bisa berarti banyak. Mengurangi perjalanan. Menghemat BBM. Menekan emisi.

Dan mungkin—mengubah cara kerja kita selamanya.

Dedie tidak ingin terburu-buru. Ia menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Kota hanya akan mengikuti ritme yang sudah ditentukan.

Namun satu hal sudah pasti: perubahan akan datang. Kemungkinan besar setelah 1 April 2026.

Dan warga Bogor, suka atau tidak, akan menjadi bagian dari eksperimen besar itu.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here