Wednesday, 4 March 2026
HomeNasionalPemakaman Massal 165 Siswi di Minab: Iran Tuding AS–Israel di Balik Serangan...

Pemakaman Massal 165 Siswi di Minab: Iran Tuding AS–Israel di Balik Serangan Mematikan

Bogordaily.net – Suasana duka bercampur amarah menyelimuti Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran, pada Selasa 3 Maret 2026. Ribuan warga memadati lokasi pemakaman massal untuk mengantar kepergian 165 siswi dan staf sekolah yang tewas dalam serangan udara mematikan di sebuah Sekolah Dasar (SD) putri pada Sabtu lalu.

Tangis keluarga korban pecah di antara lautan pelayat yang mengenakan pakaian hitam. Deretan peti jenazah yang dibalut kain putih menjadi simbol pilu atas tragedi yang disebut sebagai salah satu insiden paling berdarah sejak meningkatnya eskalasi militer terhadap Teheran.

Pemerintah Iran secara terbuka menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras peristiwa itu melalui platform X. Ia menyebut serangan tersebut sebagai pembantaian terhadap anak-anak tak berdosa.

“Inilah kuburan yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang tewas dalam pemboman sekolah dasar oleh AS-Israel. Tubuh mereka tercabik-cabik,” tulis Araghchi.

Pernyataan senada disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Ia menilai serangan tersebut dilakukan secara membabi buta terhadap fasilitas sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang menurutnya merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.

Pemerintah Iran menyebut serangan ini sebagai bentuk kejahatan perang dan berjanji akan membawa isu tersebut ke forum internasional.

Bantahan Israel dan Respons Amerika Serikat

Di sisi lain, militer Israel membantah keterlibatan dalam operasi di wilayah Minab pada waktu yang disebutkan. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan global yang kian menguat.

Sementara itu, Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak pernah secara sengaja menargetkan sekolah.

Meski demikian, pihak militer AS menyatakan tengah melakukan penyelidikan atas laporan adanya “kerugian sipil” dalam operasi yang berlangsung di kawasan tersebut.

Situasi ini semakin memperkeruh hubungan diplomatik dan meningkatkan ketegangan di kawasan yang memang sudah lama berada dalam pusaran konflik geopolitik.

Tragedi di Minab memicu kecaman luas dari komunitas global. UNESCO secara resmi mengutuk serangan terhadap institusi pendidikan dan menegaskan pentingnya perlindungan fasilitas sipil dalam situasi konflik bersenjata.

Aktivis pendidikan sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, turut menyampaikan kecaman atas insiden tersebut dan menyerukan perlindungan lebih besar bagi anak-anak di wilayah konflik.

Dalam hukum internasional, fasilitas sipil seperti sekolah dan rumah sakit berada di bawah perlindungan khusus.

Serangan terhadap objek-objek tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang apabila terbukti disengaja atau dilakukan tanpa mempertimbangkan prinsip proporsionalitas dan perlindungan warga sipil.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here