Bogordaily.net – Situasi di Dubai sempat diwarnai kepanikan warga pada hari pertama terjadinya serangan Iran, Sabtu 28 Februari 2026. Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana, Azmi Aulia fenomena panic buying langsung terjadi tak lama setelah kabar serangan menyebar.
Warga berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar untuk berjaga-jaga menghadapi kemungkinan terburuk.
Azmi menceritakan, dampak kepanikan itu terasa nyata di pusat perbelanjaan maupun layanan pengantaran barang.
“Di hari pertama itu kalau logistik kebetulan pengalaman pribadi saya juga, itu sempat barang-barang stoknya pada enggak ada. Jadi saya coba buat delivery (pengantaran) pun, delivery itu enggak bisa, barang-barangnya pada habis. Jadi kalau menurut saya hari pertama sepertinya orang-orang masih panic buying, jadi dia mau stok barang,” ungkapnya dikutip pada Selasa 3 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah kebutuhan harian mendadak sulit ditemukan. Layanan delivery yang biasanya cepat dan mudah diakses pun mengalami kendala karena stok di gudang maupun toko kosong.
Fenomena ini lazim terjadi di berbagai negara ketika muncul situasi darurat atau ancaman keamanan.
Masyarakat cenderung membeli dalam jumlah besar untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya distribusi logistik.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Azmi menyebut, memasuki hari kedua setelah serangan, situasi perlahan kembali stabil.
“Orang-orang juga di luar, toko-toko juga udah pada buka di hari kedua,” ungkapnya.
Layanan pengantaran barang pun kembali beroperasi seperti biasa. Aktivitas masyarakat terlihat normal, dan pasokan kebutuhan pokok mulai tersedia kembali di pasaran.
Azmi menambahkan, hingga Senin, situasi di Dubai dalam keadaan aman dan terkendali.
“Sampai hari ini masih dalam keadaan terkendali karena aktivitas di Dubai juga tetap berjalan,” turunnya.
Meski demikian, pemerintah setempat tetap memberikan notifikasi kepada warga agar tidak panik dan menjaga ketenangan.
“Tapi pemerintah juga tetap kirim notifikasi untuk warga untuk tetap tenang. Kalau bisa sih mengurangi aktivitas di luar kalau enggak mendesak banget,” pungkasnya.***
