Wednesday, 8 April 2026
HomeOtomotifBan Botak Saat Hujan? Cara Cepat Menuju Masalah di Jalan

Ban Botak Saat Hujan? Cara Cepat Menuju Masalah di Jalan

Bogordaily.net – Kalau ban mobil kalian sudah tipis atau bahkan botak, musim hujan bukan waktu yang tepat untuk “yaudah masih bisa dipakai.” Justru sebaliknya, ini kondisi paling berbahaya untuk tetap nekat berkendara.

Beberapa daerah sudah mulai masuk musim hujan, yang artinya permukaan jalan akan lebih sering basah dan licin.

Dalam kondisi ini, kembangan ban atau alur ban punya peran penting untuk membuang air dari permukaan jalan.

Kalau alurnya sudah tipis atau hilang sama sekali, ya jelas air tidak bisa dialirkan dengan baik.

Akibatnya bukan sekadar “kurang grip,” tapi bisa terjadi yang namanya Aquaplaning. Ini kondisi ketika ban kehilangan kontak langsung dengan aspal karena terangkat lapisan air.

Mobil jadi seperti meluncur tanpa kendali. Setir terasa ringan, tapi bukan karena enak dikemudikan, melainkan karena ban sudah tidak mencengkeram jalan.

Dalam situasi seperti itu, risiko mobil tergelincir atau bahkan berputar sangat besar, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Dan begitu kehilangan traksi, reaksi pengemudi sering kali sudah terlambat untuk menghindari kecelakaan.

Salah satu indikator yang sering diabaikan adalah batas Tread Wear Indicator (TWI). Kalau kembangan ban sudah sejajar dengan TWI, itu artinya ban sudah masuk kategori tidak layak pakai. Bukan “masih bisa dipakai sebentar lagi,” tapi memang sudah waktunya diganti.

Kesimpulannya sederhana dan agak membosankan ban botak itu berbahaya, apalagi saat hujan. Kalau masih dipaksakan, yang dikorbankan bukan cuma kenyamanan, tapi keselamatan juga.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here