Bogordaily.net – Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan kampus IPB University kembali menjadi sorotan publik.
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB mengungkap adanya sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Presiden Mahasiswa BEM KM IPB University, Muhammad Abdan Rofi, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara yang dihimpun, terdapat belasan orang yang diduga sebagai pelaku, serta dua korban yang telah teridentifikasi.
“Untuk terduga sejauh ini ada 16. Dan korbannya ada dua,” ucap Abdan saat ditemui di Student Center IPB University, Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa kasus ini tidak bisa dianggap sepele, mengingat jumlah terduga yang cukup banyak serta dampak serius terhadap korban.
Dalam kesempatan yang sama, Abdan menekankan pentingnya sikap terbuka dari pihak kampus dalam menangani kasus tersebut. Ia menilai, publik dan civitas akademika berhak mengetahui perkembangan penanganan kasus secara jelas dan menyeluruh.
“Kami menuntut institusi untuk segera memberikan rilis resmi, bukan hanya tanggapan, tetapi juga hasil penanganan kasus secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Menurutnya, transparansi bukan hanya soal penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral institusi pendidikan dalam menjamin keamanan seluruh mahasiswa.
Sebagai bentuk respons terhadap situasi ini, BEM KM IPB bersama aliansi BEM se-IPB menggagas gerakan kolektif dengan mengusung tagar #IPBRuangAman.
Gerakan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait isu kekerasan seksual
- Mendorong terciptanya sistem pelaporan yang aman bagi korban
- Menekan angka kekerasan seksual di lingkungan kampus
- Membangun ruang akademik yang inklusif dan bebas dari intimidasi
Tagar tersebut kini mulai ramai digaungkan di media sosial sebagai simbol solidaritas sekaligus tuntutan perubahan.
