Bogordaily.net – Upaya pengalihan rute angkutan kota (angkot) menuju Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, hingga kini masih terus dioptimalkan.
Dari sejumlah trayek yang direncanakan, baru angkot trayek 08 AKDP yang telah diarahkan masuk ke kawasan pasar tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, menegaskan bahwa kebijakan rerouting tidak dapat dilakukan secara instan.
Menurutnya, diperlukan komunikasi dan pendekatan yang intensif dengan para pengemudi serta organisasi angkutan darat.
“Prosesnya tidak bisa terburu-buru. Kami masih melakukan pendekatan dengan Organda karena rerouting ini membutuhkan kesepahaman bersama,” ujarnya
Ia menjelaskan, keberadaan trayek 08 AKDP dinilai sudah cukup untuk sementara waktu. Selain menjadi salah satu trayek dengan jumlah armada terbesar, kehadirannya dianggap mampu memenuhi kebutuhan akses menuju pasar.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah armada trayek tersebut mencapai sekitar 500 unit. Dishub pun berhati-hati untuk tidak menambah trayek lain dalam waktu dekat guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama. Hingga kini, kawasan Pasar Jambu Dua belum memiliki fasilitas terminal yang memadai untuk menampung angkot dalam jumlah besar.
“Kalau semua trayek masuk tanpa didukung fasilitas, justru berpotensi menimbulkan kemacetan. Sementara untuk pembangunan terminal, lahan di lokasi tersebut juga terbatas,” jelasnya.
Di sisi lain, rencana rerouting ini menjadi harapan para pedagang. Mereka menilai kehadiran angkutan umum dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan mendongkrak aktivitas ekonomi di pasar.(Muhammad Irfan Ramadan)
