Tuesday, 14 April 2026
HomeNasionalHarga Plastik Melonjak Tajam, Pramono Anung Ajak Warga Kembali ke Daun Pisang

Harga Plastik Melonjak Tajam, Pramono Anung Ajak Warga Kembali ke Daun Pisang

Bogordaily.net – Lonjakan harga plastik kemasan yang terjadi belakangan ini mulai menimbulkan kekhawatiran di berbagai kalangan, terutama pelaku usaha kecil.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk mulai beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan salah satunya dengan kembali menggunakan daun pisang sebagai pembungkus.

Menurutnya, kenaikan harga plastik bukan sekadar persoalan ekonomi biasa, melainkan dampak dari situasi global yang harus disikapi dengan langkah adaptif.

Ia menekankan bahwa ketergantungan terhadap plastik perlu dikurangi secara bertahap.

“Kebutuhan plastik memang harus ditekan. Kita perlu mulai memikirkan dan menggunakan bahan pengganti yang lebih ramah lingkungan,” ujar Pramono Anung saat melakukan peninjauan di kawasan Pulo Gebang.

Ia juga menilai bahwa solusi tradisional seperti daun pisang bukanlah langkah mundur, melainkan bentuk inovasi yang relevan dengan kondisi saat ini.

Selain lebih terjangkau, penggunaan bahan alami tersebut dinilai lebih sehat dan memiliki dampak positif bagi lingkungan.

“Kita bisa kembali ke cara-cara tradisional. Daun pisang, misalnya, sudah terbukti aman, murah, dan ramah lingkungan,” tambahnya.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, harga plastik kemasan mengalami kenaikan signifikan, bahkan mencapai 30 hingga 40 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan ini tentu memberikan tekanan tambahan bagi pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman yang selama ini sangat bergantung pada plastik.

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menjelaskan bahwa lonjakan harga ini tidak lepas dari dinamika geopolitik global.

Salah satu faktor pemicunya adalah meningkatnya ketegangan internasional sejak Maret 2026, yang berdampak pada distribusi dan harga bahan baku plastik.

“Dari hasil pemantauan kami, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak akhir Maret dan masih berlanjut hingga awal April 2026,” jelasnya.

Hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan. Kantong kresek kini dijual hingga Rp17.000 per pak, atau naik sekitar 40 persen.

Sementara itu, plastik jenis PET dan PE masing-masing berada di kisaran Rp22.000 dan Rp21.000 per pak.

Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara tercatat mengalami kenaikan harga paling tinggi dibanding wilayah lainnya.

Selain itu, harga plastik juga cenderung fluktuatif, mengikuti kondisi distribusi di lapangan.

Melihat kondisi ini, pemerintah mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk mulai beradaptasi.

Perubahan kebiasaan memang tidak mudah, tetapi langkah kecil seperti beralih ke bahan pembungkus alami bisa menjadi solusi nyata di tengah tekanan harga.

Kini, di tengah mahalnya plastik, daun pisang bukan lagi sekadar tradisi melainkan jawaban atas tantangan zaman.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here