Bogordaily.net – Honda Brio listrik mulai menunjukkan arah jalannya. Tidak lagi sekadar wacana. Tidak lagi sekadar konsep di panggung pameran. Kini, pintu pemesanan mulai dibuka—meski masih terbatas.
Keran pemesanan Honda Super One—yang kerap dijuluki sebagai Honda Brio listrik—resmi dibuka pada 16 April 2026. Tapi jangan buru-buru. Untuk sementara, mobil mungil ini hanya bisa dipesan di Jepang. Skemanya pun masih pre-order.
Informasi itu dikutip dari Indianauto, Senin (13/4). Rencananya, mobil listrik kompak tersebut akan meluncur resmi di Jepang pada Mei 2026. Setelah itu, barulah ekspansi dilakukan ke pasar Asia lain. Termasuk Indonesia.
Indonesia disebut-sebut tidak akan lama menunggu. Salah satu insinyur Honda di Jepang memberi sinyal: Asia Tenggara akan menjadi target berikutnya. Tahun ini juga. Dan Indonesia masuk di dalam daftar itu.
Soal harga? Masih gelap. Belum ada angka resmi. Belum ada juga informasi booking fee. Tapi rumor yang beredar cukup menarik: banderolnya diperkirakan di bawah Rp 500 juta.
Angka itu penting. Karena di situlah posisi Honda Brio listrik akan diuji. Apakah bisa menjadi mobil listrik rakyat? Atau sekadar alternatif premium di kelas kompak?
Mobil ini sebelumnya sudah tampil di Japan Mobility Show (JMS) 2025. Tidak hanya dipajang. Bahkan sempat diuji coba langsung di fasilitas Honda di Tochigi. Artinya, produk ini bukan lagi sekadar purwarupa.
Honda menyematkan konsep e: Dash Booster pada Super One. Sebuah pendekatan yang menekankan “joy of driving”. Sensasi berkendara tetap jadi prioritas, meski tenaganya listrik.
Fitur-fiturnya pun tidak main-main. Ada active sound control. Ada boost mode. Bobotnya 1.090 kilogram. Jarak tempuh maksimalnya diklaim mencapai 274 kilometer.
Ukuran memang kecil. Tapi statusnya bukan kei car. Honda tetap memasukkannya sebagai hatchback—kelas yang sama dengan Brio konvensional.
Di dalam kabin, nuansa modern terasa kuat. Sistem audio premium Bose dengan delapan speaker sudah menjadi standar. Pilihan warna juga dibuat berani. Salah satunya Boost Violet Pearl—warna yang sulit diabaikan di jalan.
Kini pertanyaannya tinggal satu: kapan benar-benar masuk Indonesia?
Jika semua berjalan sesuai rencana, kehadiran Honda Brio listrik bisa menjadi titik balik. Bukan hanya bagi Honda. Tapi juga bagi pasar mobil listrik kompak di Tanah Air.***
