Bogordaily.net – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor menggelar kegiatan Bimbingan Manasik Haji (BIMSIK) tingkat kota sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 2 April 2026, di Masjid Agung Kota Bogor dan diikuti oleh ratusan calon jemaah haji serta berbagai unsur petugas yang akan terlibat dalam operasional haji tahun ini.
Sebanyak 774 calon jemaah haji dari Kota Bogor turut ambil bagian dalam kegiatan bimbingan ini.
Selain jemaah, BIMSIK juga dihadiri oleh berbagai elemen petugas haji, mulai dari petugas kloter, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), tenaga kesehatan, pembimbing ibadah, hingga Petugas Haji Daerah (PHD).
Kehadiran seluruh unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis dan spiritual sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Pembekalan Menyeluruh, dari Teknis hingga Spiritual
Bimbingan manasik haji tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pemahaman praktis terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan berbagai materi penting, mulai dari teknis pelaksanaan rukun dan wajib haji, manajemen perjalanan, hingga pelayanan jemaah selama di Arab Saudi.
Selain itu, turut disampaikan informasi mengenai dukungan lintas sektor, termasuk peran lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah.
Materi yang disampaikan dirancang agar mudah dipahami oleh seluruh peserta, sehingga mereka dapat menjalankan setiap tahapan ibadah dengan benar dan penuh keyakinan.
Tak hanya sebagai sarana pembelajaran bagi jemaah, BIMSIK juga berfungsi sebagai forum penyamaan persepsi antarpetugas haji.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan koordinasi yang solid dan pelayanan yang terintegrasi, khususnya di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Dengan adanya kesamaan pemahaman, diharapkan seluruh petugas mampu bekerja secara sinergis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
Tak hanya sebagai sarana pembelajaran bagi jemaah, BIMSIK juga berfungsi sebagai forum penyamaan persepsi antarpetugas haji.
Hal ini dinilai penting untuk menciptakan koordinasi yang solid dan pelayanan yang terintegrasi, khususnya di tingkat kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Dengan adanya kesamaan pemahaman, diharapkan seluruh petugas mampu bekerja secara sinergis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.
Melalui kegiatan ini, para calon jemaah haji diharapkan dapat memahami secara menyeluruh rangkaian ibadah yang akan dijalankan di Tanah Suci, baik dari sisi teknis maupun spiritual.
Pemahaman yang matang diyakini akan membantu jemaah menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk, tertib, dan sesuai tuntunan agama.
Selain itu, kesiapan mental dan fisik juga menjadi bagian penting yang terus ditekankan dalam setiap sesi bimbingan.
