Saturday, 18 April 2026
HomeEkonomiKemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas...

Kemenkop Dorong Hilirisasi Kelapa di Halmahera Utara, Ubah Limbah Sabut Jadi Komoditas Bernilai Ekspor

Bogordaily.net – Kementerian Koperasi (Kemenkop) mengambil langkah strategis dalam memperkuat posisi Halmahera Utara sebagai sentra produksi kelapa nasional.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Membangun Ekosistem Usaha dan Perluasan Pasar Koperasi” yang digelar di Tobelo, Jumat (17/4).

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi (Kemenkop), Destry Anna Sari, membuka secara resmi agenda yang mempertemukan pemangku kepentingan kebijakan dengan pelaku usaha koperasi (KDKMP) setempat.

“Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan Peta Jalan Hilirisasi Kelapa 2025–2045 yang dicanangkan Bappenas, sekaligus menyelaraskan program daerah dengan Asta Cita nomor 5 mengenai peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui industrialisasi,” ucap Destry.

Dalam panel diskusi bertajuk “Kebijakan dan Strategi Pengembangan Hilirisasi Kelapa, beserta Skema Kemitraan”, Kepala Bappeda Halmahera Utara memaparkan besarnya potensi kelapa di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah telah menyiapkan roadmap hilirisasi jangka panjang serta rencana ekspansi ekspor guna memastikan komoditas kelapa memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Selama ini, pemanfaatan kelapa di wilayah tersebut masih menyisakan tantangan lingkungan, di mana sabut kelapa kerap dimusnahkan dengan cara dibakar sehingga memicu polusi udara. Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Sabut Kelapa yang juga Direktur PT Mahligai Indococo hadir memberikan solusi inovatif.

PT Mahligai Indococo memperkenalkan proses bisnis pengolahan sabut kelapa menjadi produk bernilai tambah seperti cocochip dan cocopeat.

Inovasi ini disambut antusias oleh 100 perwakilan dari 50 KDKMP yang hadir, karena mampu mengubah limbah menjadi sumber pendapatan baru bagi petani dan koperasi.

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun ekosistem, Direktur PT Mahligai Indococo menyatakan akan mengundang lima orang perwakilan untuk mengikuti pelatihan intensif di pabrik mereka yang berlokasi di Lampung.

Pelatihan ini diharapkan menjadi cikal bakal terbentuknya tenaga ahli yang akan menggerakkan ekosistem hilirisasi sabut kelapa langsung di Halmahera Utara. Hingga saat ini, tercatat tiga KDKMP telah menyatakan minat serius untuk segera berkolaborasi dan menindaklanjuti kemitraan ini.

Destry menegaskan Kemenkop akan terus mengawal proses kemitraan ini melalui hingga ekosistem usaha benar-benar terbentuk secara mandiri.

“Upaya pengawalan ini krusial untuk memastikan bahwa hilirisasi tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi memberikan manfaat nyata berupa peningkatan kesejahteraan bagi anggota koperasi dan masyarakat di sekitar sentra produksi,” ucap Destry.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, yang memberikan dukungan penuh terhadap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam memajukan ekonomi kerakyatan berbasis komoditas unggulan.

Kemenkop Gandeng Mahasiswa UNHENA Jadi Penggerak Literasi Koperasi di Desa-Desa Halmahera Utara

Selain itu, Kemenkop juga meluncurkan program kolaborasi strategis bersama akademisi melalui kegiatan bertajuk “Generasi Muda Penggerak Koperasi Masa Depan”. Agenda ini dirangkaikan dengan pembekalan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hein Namotemo (UNHENA) yang berlangsung di Tobelo, Jumat (17/4).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi, Destry Anna Sari, serta dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara. Program ini dirancang untuk memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui keterlibatan aktif generasi muda dalam meningkatkan literasi koperasi di tingkat akar rumput.

Sebanyak 150 mahasiswa UNHENA disiapkan untuk diterjunkan ke berbagai desa di wilayah Kabupaten Halmahera Utara selama dua bulan ke depan. Para mahasiswa ini akan dibagi ke dalam 15 kelompok kerja yang masing-masing akan mendampingi dan melaksanakan program KKN di 15 KDKMP yang tersebar di wilayah tersebut.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas mahasiswa agar mampu mendorong literasi koperasi di tengah masyarakat. Kami ingin menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat desa,” ujar Destry.

Dalam sesi diskusi panel bertajuk “Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Mendukung Literasi Perkoperasian pada Generasi Muda”, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Halmahera Utara memaparkan peta jalan dukungan pemerintah bagi pemuda. Sesi ini diperkuat dengan pemaparan dari dosen UNHENA mengenai peran strategis kampus dalam penguatan KDKMP, serta berbagi pengalaman praktis dari Ketua Koperasi Union Pembaruan GMIH mengenai peran koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi.

Keterlibatan mahasiswa diharapkan menjadi katalisator bagi warga desa untuk lebih memahami manfaat berkoperasi. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya berperan dalam meningkatkan literasi koperasi, tetapi juga mendampingi koperasi dalam mengidentifikasi dan mengembangkan potensi lokal menjadi unit usaha baru yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta memiliki jiwa kewirausahaan. Mereka tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai penggerak dan pencipta lapangan kerja di tengah masyarakat.

Destry menyampaikan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Kemenkop dalam memastikan koperasi tetap relevan bagi generasi muda. Dengan hadirnya mahasiswa di tengah KDKMP, diharapkan terjadi transformasi digital maupun manajerial yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here