Thursday, 23 April 2026
HomeTravellingLiburan Tanpa Visa Makin Mudah, Paspor RI Bisa Akses 89 Negara

Liburan Tanpa Visa Makin Mudah, Paspor RI Bisa Akses 89 Negara

Bogordaily.net – Liburan tanpa visa kini bukan lagi mimpi yang jauh bagi pemegang paspor Indonesia. Angkanya bahkan terus bertambah.

Ada yang menyebutnya sebagai “kemewahan baru” bagi kelas menengah yang gemar bepergian: terbang tanpa ribet dokumen panjang, tanpa antre kedutaan.

Tidak ada lagi map tebal berisi dokumen. Cukup paspor, tiket, dan rencana perjalanan. Dunia seperti makin dekat.

Data terbaru dari Passport Index yang dirilis pada April 2026 menyebutkan: paspor Indonesia kini berada di peringkat ke-56 dunia. Skornya 89. Artinya, ada 89 negara yang bisa diakses tanpa visa atau dengan kemudahan tertentu.

Bandingkan dengan masa lalu. Dulu, bepergian ke luar negeri identik dengan proses panjang dan melelahkan. Sekarang, pintu itu mulai terbuka.

Namun, cerita tidak selalu tunggal. Versi lain datang dari Henley Global Index. Lembaga berbasis di London itu menempatkan Indonesia di posisi ke-64 dunia.

Jumlah akses bebas visa disebut sekitar 70 negara. Angka yang berbeda, tapi arah ceritanya sama: ada kemajuan, meski belum melompat jauh.

Di kawasan Asia Tenggara, posisi Indonesia masih tertinggal. Singapura melesat di papan atas dunia. Malaysia juga stabil di jajaran elite. Bahkan Thailand masih sedikit lebih unggul.

Lalu apa artinya bagi kita?

Artinya sederhana: pilihan semakin banyak. Hingga April 2026, pemegang paspor Indonesia bisa masuk ke 42 negara bebas visa.

Ada tambahan 40 negara dengan fasilitas Visa on Arrival. Serta 7 negara lain yang cukup dengan Electronic Travel Authorization (ETA).

Asia Tenggara masih menjadi “halaman depan”. Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand menjadi tujuan paling mudah—tanpa visa, tanpa repot.

Sedikit lebih jauh, pelancong Indonesia juga bisa langsung terbang ke Jepang dengan skema waiver tertentu, atau menikmati eksotisme Turki, hingga keindahan Brasil tanpa prosedur berlapis.

Meski begitu, jangan terlalu cepat puas.

Masih ada 109 negara yang meminta visa sebelum keberangkatan. Kawasan Eropa Schengen, Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia tetap memberlakukan aturan ketat.

Di situlah kita melihat realitas: kekuatan paspor bukan sekadar angka. Ia adalah cermin kepercayaan global.

Namun tetap, liburan tanpa visa memberi ruang napas baru. Membuka peluang spontanitas. Hari ini merencanakan, besok bisa berangkat.

Dan bagi banyak orang Indonesia, itu sudah lebih dari cukup.

Karena pada akhirnya, liburan tanpa visa bukan hanya soal kemudahan administrasi. Ia adalah simbol: bahwa dunia perlahan-lahan mulai terbuka.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here