Tuesday, 14 April 2026
HomeEkonomiMenkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal melalui KDKMP

Menkop: Dekopinwil Jateng Berperan Strategis Kembangkan Produk Lokal melalui KDKMP

Bogordaily.net – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menaruh harapan yang besar kepada Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Tengah (Jateng) agar koperasi benar-benar bisa bangkit kembali terutama di wilayah Jawa Tengah. Keberadaan Dekopinwil di berbagai wilayah di Indonesia menjadi momentum yang tepat untuk membangun ekosistem koperasi yang tangguh sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sambutannya pada acara pengukuhan serta rapat kerja pengurus Dekopinwil Jateng di Semarang, Selasa (14/4), Menkop menegaskan bahwa dengan kepengurusan yang baru diharapkan akan mendorong inovasi dari program kerja Dekopinwil Jateng. Selain itu juga diharapkan kolaborasi, kerja sama dan sinergi dengan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Pusat serta Kementerian Koperasi (Kemenkop) dapat terus diperkuat.

“Amanah ini menjadi amanah yang tidak ringan karena Dekopinwil bersama Dewan Koperasi Indonesia adalah satu tarikan nafas yang harus sama (visi dan misinya) dengan Kementerian Koperasi dan juga gerakan koperasi yang lain-lain untuk membangkitkan koperasi menjadi soko guru ekonomi nasional,” ujar Menkop Ferry.

Turut hadir dalam acara tersebut Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kemenkop Herbert Siagian, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Harian Dekopin Priskianto, serta Ketua Dekopin wilayah Jateng Sri Hartini beserta jajaran pengurus lainnya.

Menkop Ferry mengajak Dekopin khususnya wilayah Jateng untuk bersama-sama memajukan pelaku usaha lokal agar produknya dapat dipasarkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia menegaskan KDKMP dapat menjadi ruang bagi produk UMKM lokal untuk tumbuh dan berkembang, bukan diisi oleh produk dari luar atau dikuasai distributor besar. Oleh karena itu perlu upaya kurasi, inkubasi hingga dukungan pembiayaan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Saya menyarankan Dekopinwil provinsi Jawa Tengah mulai membantu pelaku-pelaku UMKM di Jawa Tengah agar produk-produknya bisa dijual di seluruh gerai KDKMP. ini menjadi bahan yang baik untuk dibahas dalam rapat kerja Dekopinwil Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Menkop Ferry menjelaskan bahwa selama 30 tahun terakhir, koperasi relatif tertinggal dibanding badan usaha swasta dan BUMN. Baru pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, koperasi kembali diaktifkan sebagai badan usaha strategis sehingga menjadi program strategis nasional.

Menkop Ferry juga merekomendasikan agar Dekopinwil Jateng dapat menginisiasi penyediaan alat pengering hasil pertanian, pengatur suhu buah dan sayuran, serta fasilitas pendukung peternakan sehingga dapat membantu para petani menjaga kualitas produk hasil pertaniannya.

Di wilayah pesisir, Menkop Ferry juga mendorong pendirian SPBU solar untuk nelayan yang dilengkapi pabrik es batu. Hal ini juga dapat disinergikan dengan Dekopinwil Jateng agar kehadirannya dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya berharap Dekopinwil Jawa Tengah dapat menjadi contoh bagaimana koperasi hadir dalam bentuknya yang baru dan modern dan bisa bermanfaat bukan hanya untuk anggota koperasi tapi juga bagi masyarakat seluas-luasnya,” ulasnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini KDKMP sudah memasuki tahapan operasionalisasi sejalan dengan keberadaan ribuan unit yang selesai 100 persen tahapan pembangunannya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Koperasi, Dekopin, dan Dekopinwil dalam menghidupkan KDKMP tersebut.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen. Menkop Ferry juga mendorong pendirian toko rakyat serba ada (torasera) sebagai pusat distribusi kebutuhan KDKMP.

“Saya menyarankan ini juga bisa dilakukan oleh koperasi-koperasi existing atau badan usaha milik daerah sehingga ekosistem yang kita bangun ini akan menjadi bangunan ekosistem ekonomi yang baru yang bisa lebih menjamin keadilan di masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyatakan dengan terbentuknya kepengurusan Dekopinwil yang baru diharapkan dapat menjadi warna baru bagi koperasi di Jateng khususnya KDKMP untuk bisa menjadi cikal bakal dari kemakmuran masyarakat. Ia berharap banyaknya koperasi di Jateng dapat mereduksi hal-hal yang menjadi potensi beban masyarakat seperti adanya pinjaman online, rentenir dan lain-lainnya.

Ia juga mengapresiasi peran dari pengurus Dekopinwil sebelumnya yang berjuang secara bersama-sama dengan pemerintah daerah dalam upaya mengakselerasi pendirian dan pembentukan KDKMP di Jateng. Saat ini di Jateng koperasi aktif mendekati 19.022 dengan 6,22 juta anggota, sementara untuk jumlah KDKMP 8.523 unit dimana 75,8 persennya sudah beroperasi dan lainnya sudah terbentuk secara kelembagaannya.

Ketua Dekopinwil Jateng Sri Hartini menambahkan bahwa dengan pengukuhan pengurus Dekopinwil Jateng yang baru menjadi titik awal bagi seluruh pengurus untuk menjawab tantangan ekonomi di Jateng dengan program dan gerakan yang nyata melalui koperasi. Ia memastikan bahwa seluruh pengurus memiliki tekad yang kuat untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang nyata, modern dan mampu bersaing di tengah berbagai tantangan.

“Koperasi masih menghadapi berbagai tantangan seperti penguatan kelembagaan koperasi, peningkatan SDM, akses permodalan hingga adaptasi digitalisasi. Oleh karena itu dalam rapat kerja ini kita akan merumuskan arah kebijakan organisasi secara lebih strategis,” katanya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here