Friday, 10 April 2026
HomeOtomotifSpesifikasi Motor MBG, Motor Listrik 7.000W dengan Jarak Tempuh Hingga 140 Km

Spesifikasi Motor MBG, Motor Listrik 7.000W dengan Jarak Tempuh Hingga 140 Km

Bogordaily.net – Spesifikasi Motor MBG menjadi cerita kecil yang tiba-tiba membesar. Bukan karena mesinnya. Bukan pula karena desainnya. Tapi karena jumlahnya—dan uang negara yang ikut bergerak di belakangnya.

Puluhan ribu unit motor listrik itu disiapkan untuk operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam video yang sempat viral, motor-motor tersebut terlihat masih terbungkus plastik, rapi, sudah ditempeli stiker Badan Gizi Nasional.

Yang menarik: jumlahnya sempat disebut 70.000 unit. Ternyata tidak.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, buru-buru meluruskan. Angkanya jauh lebih kecil. Realisasinya 21.801 unit dari rencana 25.000 unit pada tahun anggaran 2025.

Tetap saja besar.

Dan di balik angka itu, publik mulai bertanya: seperti apa sebenarnya motor yang dipilih?

Spesifikasi Motor MBG mengarah pada satu nama: Emmo JVX GT. Motor listrik bergaya trail. Terlihat gagah. Lebih mirip motor petualang dibanding kendaraan dinas biasa.

Harga yang tercantum di katalog pemerintah sekitar Rp 49,95 juta. Sudah termasuk PPN. Tapi masih off the road. Di pasar umum, banderolnya bisa menyentuh Rp 56 jutaan.

Bukan motor murah.

Tapi juga bukan motor biasa.

Motor ini dibekali tenaga hingga 7.000 watt. Cukup untuk melibas jalan desa, tanjakan, bahkan jalur tanah. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 85 km/jam.

Jarak tempuhnya? Sekitar 70 kilometer untuk satu baterai.

Kalau pakai dua baterai, bisa dua kali lipat: 140 kilometer.

Ini penting. Karena motor ini tidak hanya akan melaju di kota. Tapi juga ke pelosok—tempat distribusi program gizi sangat dibutuhkan.

Dimensinya juga tidak kecil. Panjang 2 meter lebih. Ground clearance 320 mm—cukup tinggi untuk medan kasar.

Ban depan 19 inci. Belakang 18 inci. Tipe dual purpose. Artinya: siap aspal, siap tanah.

Baterainya 72V 31Ah. Bisa dilepas. Mendukung fast charging—30% ke 80% hanya satu jam.

Untuk pengereman, sudah pakai double disc brake dengan CBS.

Dan garansinya panjang: rangka 5 tahun, dinamo 3 tahun, baterai hingga 3 tahun penggantian baru.

Secara teknis, ini bukan motor kaleng-kaleng.

Namun spesifikasi Motor MBG tidak berdiri sendiri. Ia kini masuk ke wilayah lain: persepsi publik.

Kenapa harus motor dengan spek seperti ini?

Apakah benar kebutuhan lapangan menuntut kendaraan “sekuat” itu?
Atau ada pertimbangan lain yang belum sepenuhnya dijelaskan?

Di sisi lain, pemerintah punya argumen: motor ini dipakai oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka harus bergerak cepat, menjangkau wilayah luas, bahkan daerah sulit.

Masuk akal. Tapi tetap menyisakan ruang tanya. Karena dalam setiap proyek besar, bukan hanya spesifikasi yang diuji—melainkan juga transparansi.

Dan di situlah cerita ini belum selesai.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here