Bogordaily.net – Warga Desa Tonjong, khususnya di wilayah RW 06, kembali menggelar aksi protes terkait belum selesainya program Bantuan Keuangan (Bankeu) Tahun 2025 serta pembangunan yang kini belum selesai.
Setelah aksi pertama tidak mendapat respon dari pihak pemerintah Desa, warga kembali menggeruduk kantor Desa Tonjong dilanjut ke Kantor Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor pada Selasa 28 April 2026.
Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan warga terhadap lambannya penyelesaian proyek yang seharusnya rampung pada Desember 2025.
Warga menanti akan pembangunan jalan yang akan dibangun melelui bankeu tersebut tidak dapat diselesaikan dengan baik, maka bankeu selanjutnya Desa Tonjong serta warga yang merugi.
Terkait hal itu karena pembamgunan yang mangkrak membuat lembar pertanggung jawaban (LPJ) bankeu tidak bisa diajukan di tahun selanjutnya.
Namun warga tetap pada intinya dengan ingin segera menyelesaikan apa yang sudah dijanjikan bankeu 2025 ini melalui pembangunan yang nyata.
Dalam wawancara, Hasan Ocim selaku perwakilan warga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan terkait kelanjutan program tersebut.
Padahal, bankeu tersebut dinilai sangat penting bagi kebutuhan infrastruktur dan kepentingan masyarakat setempat.
“Kami warga Desa Tonjong, khususnya RW 06, menuntut Bankeu 2025 yang seharusnya selesai di Desember, tapi sampai sekarang belum ada penyelesaian,” ujar Hasan Ocim.
Ia menjelaskan, aksi yang dilakukan warga bukanlah yang pertama. Sebelumnya, warga telah melakukan aksi serupa, namun tidak mendapat tanggapan dari pihak terkait.
Kondisi tersebut membuat warga kembali turun untuk kedua kalinya guna menuntut kejelasan.
“Kami sudah melakukan aksi pertama, tapi tidak ada respon. Maka dari itu kami melakukan aksi kedua, mulai dari tingkat desa hingga ke kecamatan, untuk menuntut penyelesaian Bankeu tersebut,” lanjutnya.
Meski demikian, aksi yang dilakukan warga mulai mendapat tanggapan dari pemerintah.
Hasan Ocim menyebutkan bahwa, pihak pemerintah akhirnya membuka ruang untuk mediasi ulang guna mencari solusi bersama.
“Alhamdulillah, dari pemerintah menerima untuk mediasi ulang, dengan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk pelaksana proyek, CV Kunci, serta PJ lama yang terlibat dalam pelaksanaan Bankeu tersebut,” jelasnya.
Warga berharap, melalui mediasi yang akan dilakukan, persoalan ini dapat segera menemukan titik terang dan proyek Bankeu 2025 bisa diselesaikan sesuai harapan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu realisasi dari hasil mediasi yang dijanjikan pemerintah, sekaligus menaruh harapan besar agar pembangunan yang tertunda segera dilanjutkan dan diselesaikan.(Fikri)
