bogordaily.net – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video yang memperlihatkan aksi tegas warga terhadap pasangan kekasih tidur berpelukan di dalam rumah ibadah.
Alih-alih hanya mendapat teguran, berinisial LA dan R justru disiram air hingga basah kuyup oleh warga yang geram.
Bahkan, dalam momen tersebut terlihat ember turut dilempar sebagai bentuk peringatan keras atas tindakan yang dianggap tidak pantas.
Peristiwa ini bermula ketika warga memergoki pasangan tersebut tengah terlelap dalam posisi berpelukan di area dalam masjid.
Aksi itu langsung memicu emosi karena dinilai telah melanggar norma dan kesucian tempat ibadah.
Berdasarkan informasi yang beredar, pria berinisial LA disebut merupakan warga Kabupaten Kebumen, sementara pasangannya berinisial R.
Dalam video amatir yang viral, terdengar teriakan warga yang menyebut aksi penyiraman itu sebagai “tsunami”, menggambarkan luapan emosi di lokasi kejadian.
Video tersebut pun cepat menyebar di berbagai platform seperti Instagram dan Facebook, memicu perdebatan di kalangan netizen.
Sebagian besar mengecam tindakan pasangan tersebut karena dianggap tidak menghormati tempat ibadah.
“Masjid adalah tempat suci untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan tempat untuk melampiaskan nafsu atau bermesraan. Etika harus tetap dijaga di mana pun berada,” tulis salah satu komentar netizen.
Namun di sisi lain, ada pula yang mengkritik tindakan warga yang dinilai berlebihan. Mereka menilai bahwa meskipun perbuatan pasangan tersebut tidak tepat, respons berupa aksi fisik dan penghakiman massa bukanlah solusi yang bijak.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga sikap dan etika, terutama di ruang publik dan tempat ibadah.
Di saat yang sama, kejadian ini juga membuka diskusi soal batasan dalam menegakkan norma sosial tanpa harus melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Hingga kini, publik berharap adanya langkah pembinaan terhadap pihak yang terlibat, sekaligus edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa dapat ditangani dengan cara yang lebih bijak di kemudian hari.***
