bogordaily.net – Jagat maya kembali dihebohkan oleh video viral yang memperlihatkan praktik pengobatan alternatif pada seorang balita di Palembang. Seorang terapis menjadi sorotan setelah melakukan teknik yang disebut “totok sirih” dengan cara yang dinilai ekstrem dan berisiko bagi keselamatan anak.
Video yang diunggah akun Instagram @intan.retno.safit memperlihatkan seorang balita menjalani sesi terapi.
Namun alih-alih mendapatkan pijatan lembut seperti pijat bayi pada umumnya, anak tersebut tampak ditekan menggunakan alat kayu yang dibalut daun sirih.
Yang memicu reaksi keras publik adalah tekanan yang diberikan terapis. Meski balita terlihat menangis histeris, proses terapi tetap dilanjutkan dengan tekanan yang dinilai setara dengan perlakuan pada orang dewasa.
Menanggapi kritik yang bermunculan, pemilik praktik memberikan pembelaan. Ia mengklaim metode tersebut memiliki manfaat bagi anak-anak.
“Balita yang dipijat di tempat kami akan langsung tidur nyenyak dan tidak rewel pada malam hari,” klaim pemilik praktik tersebut.
Namun pernyataan ini justru memicu perdebatan lebih luas. Banyak warganet menilai kondisi anak yang akhirnya tertidur bukan karena efek terapi, melainkan akibat kelelahan setelah menangis dan menahan rasa sakit.
Seiring viralnya video tersebut, ribuan komentar dari orang tua hingga tenaga kesehatan bermunculan.
Sejumlah kekhawatiran utama pun disorot yakni struktur tulang dan otot balita yang masih berkembang dinilai sangat rentan terhadap tekanan keras, yang berpotensi menyebabkan memar, cedera otot, bahkan patah tulang.
Selain itu, pengalaman menyakitkan yang dialami anak dikhawatirkan dapat memicu trauma, terutama terhadap sentuhan fisik atau prosedur medis di masa depan.
Penggunaan alat keras di atas kulit bayi yang masih sensitif juga berisiko menimbulkan iritasi hingga luka.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun dinas kesehatan setempat terkait izin praktik serta standar operasional prosedur (SOP) dari layanan pengobatan alternatif tersebut.
Para ahli pun mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih terapi untuk anak. Pijat bayi yang benar seharusnya dilakukan dengan teknik lembut, bertujuan untuk relaksasi dan stimulasi, bukan menimbulkan rasa sakit atau ketakutan pada anak.***
